23 Februari 2009

article

PENDAHULUAN

Uraian berikut ini menguraikan suatu metode pengembangan wel as asih dan kebijakan sempurna dari seorang Bodhisattva

Di dalam ajaran agama Buddha, terdapat banyak metode yang demikian. Namun satu yang khusus akan diuraikan di sini yaitu yang disebut Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta. Ini adalah sebuah meditasi pada Avalokiteshvara Bodhisattva beserta mantraNya " Om Mani Padme Hum" yang termashur itu. Yang mula-mula mengajarkannya adalah se orang tokoh suci Buddhis asal Tibet yang bernama Tangtong Gyalbo pada abad ke-15, yang sampai saat ini masih tetap populer.

Latihan meditasi Buddhis yang melibatkan Avalokiteshvara dan mantraNya yang amat terkenal itu, banyak dilakukan oleh umat Buddha di berbagai negara di Asia sepanjang sejarah agama Buddha. Hal ini disebabkan karena Avalokiteshvara di anggap sebagai lambang welas asih yang tertinggi dari seorang Bodhisattva. Bodhisattva adalah seorang yang telah bersumpah untuk mencapai penerangan sempurna dengan mengikuti ajar an Sang Buddha, untuk dapat senantiasa menolong setiar makhluk di jagad rays ini sampai mereka semua juga mencapa penerangan. Avalokiteshvara adalah yang pertama-tama men canangkan dan berhasil memenuhi hasratNya yang mulia itu Oleh karenanya Beliau selalu menjadi panutan bagi kebanyak an pemeditasi Buddhis dalam usaha pencapaian penerangan

Avalokiteshvara adalah nama dalam bahasa Sansekerta yang berarti "la yang memiliki kemampuan untuk mengamati (semua makhluk hidup)". Juga disebut Maha Karunika (la yang memiliki welas asih yang amat besar), atau sebagai Padmapani (la yang memegang bunga teratai). Mengenai hal­oya Avalokiteshvara ini dapat kita baca pula pada kitab-kitab suci agama Buddha, umpamanya Vimalakirtinirdesha Sutra, dan Saddharma Pundarika Sutra bab ke-25. Pada Sukhavati Vyuha Sutra, Avalokiteshvara berperan sebagai Pembantu Amitabha (Buddha Cahaya Tanpa Batas), sehingga dengan demikian menjadi jelaslah bagi kita kaitan Avalokiteshvara dengan "Surga Sukhavati". Karanda Vyuha Sutra berisi pen ­ jelasan tentang welas asih yang mulia dan kekuasaan yang dimiliki Avalokiteshvara. Shurangama Sutra menjelaskan metode dari Avalokiteshvara tentang meditasi dan penyadaran akan kebenaran tanpa aku. Di dalam Prajna Paramita Hrdaya Sutra (Sutra Hati) Avalokiteshvara memberi penjelasan dan mengajarkan tentang inti dari filsafat yang dalam dari non­ dualisme dan Jalan Tengah. Sedang Padmajala Tantra banyak berisi informasi tentang peranan Avalokiteshvara di dalam ajaran agama Buddha Vajrayana.

Bagian dari sumpah Avalokiteshvara untuk menolong semua makhluk hidup adalah melalui asumsi tentang berbagai perwujudan sesuai dengan kebutuhannya pada situasi tertentu. Sejalan dengan sumpah itu Beliau kerap muncul di berbagai tempat dalam berbagai peran, bentuk dan suku bangsa. Bahkan apabila dianggap perlu dapat berperan dan menampakkan diri sebagai benda mati, misalnya sebagai jembatan atau sebagai tempat berteduh. Pada ilmu perpatungan (iconography) tradi­ sional untuk patung dan lukisan Avalokiteshvara ini men­ cerminkan beberapa dari variasi ini. Namun demikian hendak­ nya difahami bahwa bentuk yang berbeda-beda itu adalah sebagai perwujudan yang beraneka dari prinsip penerangan sempurna yang sama.

Pada patung-patung India kuno, Avalokiteshvara dilukis kan sebagai seorang pangeran manusia dalam posisi berdiri dan berpakaian kebesaran. Pada patung yang lain Beliau digambar­ kan dalam keadaan duduk santai dengan posisi latitasana. Salah satu bentuk yang termashur adalah Avalokiteshvara bermata seribu dan tangan seribu pula. Anggota tubuhNya yang sebanyak itu dimaksudkan untuk dapat memenuhi berbagai kebutuhan makhluk hidup. Beliau bahkan dapat me­ nampakkan diri sebagai Dewa Hayagriwa dalam versi Tantra yang berwajah penuh kemarahan, pads situasi dimana untuk membangkitkan rasa welas asih diperlukan adanya dorongan yang menakutkan. Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta yang diterangkan di dalam buku kecil ini, termasuk Avalokiteshvara berkepala satu dengan empat tangan dalam posisi duduk. Ini merupakan suatu bentuk yang luar biasa pentingnya di Tibet . Adapun penjelasan terperinci mengenai Avalokiteshvara yang bertangan empat ini akan disajikan pada bab-bab selanjutnya.

Bersamaan dengan tersebarnya agama Buddha di luar India , ke negara-negara Asia lainnya, maka pentingnya peranan Avalokiteshvara meningkat dengan pesatnya. Banyak kuil-kuil besar yang memuja Bodhisattva ini dalam wujud Lokeshvara sebagai pasangan dari Shiva, dewa Hindu. Hal ini dapat disaksi ­kan di seluruh Asia Tenggara. Ke arah Utara di Nepal, dikenal 108 bentuk Avalokiteshvara sebagaimana dapat dilihat pada lukisan-lukisan yang terdapat di tempat pemujaan kuno di Katmandu . Bagi masyarakat Tibet , Avalo k i teshvara (Chenre ­ zig) adalah pujaan tertinggi umat Buddha. Banyak dari orang suci yang telah memperoleh penerangan sempurna yang ter ­tinggi dipandang sebagai perwujudan manusia dari Bodhisattva itu, terutama Dalai Lama itu sendiri. Di Timor Jauh amat ter ­ kenal pentingnya peranan Avalokiteshvara, terutama melalui sentuhan-sentuhan seni yang menampilkan Beliau dalam ber ­ bagai bentuk. Di Tiongkok, Avalokiteshvara sangat dihormati sebagai Kuan Shi Yin (Kwan Im) yang secara harfiah berarti "Pengamat Suara Dunia". Dan di Jepang Beliau disebut Kwannon. Di negara-negara Asia tali Avalokiteshvara dipuja sebagai pelindung tertinggi terhadap ketakutan, Juga sebagai Guru, dan yang utama Beliau dipandang sebagai sumber ilham bagi perwujudan welas asih sempurna yang paling dalam.

Dengan demikian, meditasi pads Avalokiteshvara mem ­ bentuk landasan bagi suatu cara yang sangat efektif dalam mengolah diri untuk mencapai penerangan sempurna. Pada Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta yang akan di ­ uraikan di bawah ini, pemeditasi diajarkan untuk memvisuali ­ sasikan Avalokiteshvara secara langsung. Teknik yang akan diuraikan ini termasuk cara bermeditasi untuk menerima berkah-berkah yang sangat kuat dari Avalokiteshvara. Pe ­ meditasi clan lingkungan tempat berlatih itu kemudian di visualisasikan sebagai telah memperoleh penerangan. Sambil membaca mantra enam suku kata, bayangkanlah bahwa semua bentuk, suara, dan pikiran kita menjelma menjadi bentuk, suara, dan pikiran Avalokiteshvara.

"Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta" ini disusun oleh Tangtong Gyalbo, seorang petapa suci Tibet yang agung yang telah kerapkali memperoleh pengalaman langsung dari Avalokiteshvara sendiri. Tangtong Gyalbo dilahirkan pads tahun 1361 di Owa Latse , Tibet Barat. Sejak kecil Beliau sangat tertarik pads filsafat Buddhisme terutama pads ajaran tentang Avalokiteshvara. Beliau memperoleh petunjuk-pe ­ tunjuk lanjutan tentang Vajrayana (Tantrayana) dari berbagai Guru Tibet dan India pads masa hidupnya, termasuk Kangapa Paljor Sherab, seorang ahli tentang Avalokiteshvara. Beliau juga menjalankan meditasi bertahun-tahun. Beliau menerima pelajaran tentang "Cipta" dan teknik-tekniknya langsung dari para Buddha, Bodhisattva, clan para Master di zaman itu. Beliau kemudian berkelana ke seluruh Tibet, dan juga ke India, Bhutan, Tiongkok, dan Mongolia untuk menyebarkan mantra "Om Mani Padme Hum" kepada para pengikutnya. Tangtong Gyalbo menyusun "Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta" atas dasar penglihatan clan pengalaman pribadi ten- tang Avalokiteshvara. Kemudian Beliau mengajarkan meditasi ini kepada murid-muridnya . Dan sejak itu secara turun temurun diwariskan dari murid ke muridnya lagi sampai saat ini. Meditasi ini berhasil dihidupkan kembali pada abad XIX di bawah kepemimpinan Jamyang Kyentse Wangbe Rinpoche dan Jamgon Kongtrul Rinpoche dan kini dipraktekkan oleh umat Buddha di seluruh dunia.

Teknik-teknik penting lainnya yang dikernbangkan oleh Tangtong Gyalbo termasuk versinya sendiri tentang Upaeara CHOD (pengikisan ego), sari Yoga Esoteris dari Dakini Niguma (kakak perempuan dari Naropa), dan metode memperpanjang usia melalui meditasi pada Amitayus. Tangtong Gyalbo sangat dicintai oleh rakyat Tibet terutama karena jembatan gantung ciptaannya yang dibangunnya di seluruh negeri. Setelah ber ­ hasil menemukan endapan biji besi dalam jumlah besar, Beliau mengembangkan suatu metode pembuatan rantai besi anti karat. Sampai kini jembatan-jembatan yang Beliau bangun dengan menggunakan rantai besi ini masih tetap bisa diper ­ gunakan.

Tangtong Gyalbo wafat pada tahun 1485 dalam usia 124 tahun. Usianya yang panjang itu membuktikan kebenaran teknik memperpanjang usia yang diajarkannya itu. Kegiatan ­ ,nya yang luar biasa bagaikan geraknya seorang Bodhisattva demi kemakmuran rakyat Tibet itulah yang menyebabkan Beliau dipandang sebagai penjelmaan Avalokiteshvara. Ke ­ mudian Tangtong Gyalbo melanjutkan hidupnya dan terlahir kembali sebagai seorang guru agama Buddha di Tibet. Sedang pada kehidupan Beliau yang sekarang adalah sebagai Druptob Hinpoche yang terlahir pada awal abad ini di Golok , Tibet Timur. Kini Druptob Rinpoche berdiam di Bhutan dan dipan d ang sebagai seorang Siddha Agung dari "Garis Keturunan jembatan Besi". Beliau melanjutkan semua ajaran Tangtong Gyalbo, termasuk "Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta" Banyak juga guru-guru lain yang memberi pelajaran meditasi ini misalnya Deshung Rinpoche di Seattle Washing ­ ton . Ada lagi Kalu Rinpoche yang mengajar di berbagai Buddhist Center yang dimilikinya di seluruh dunia, dan Lama Kunga yang mengajar pada Ewarn Choden Center Berkeley, California.

BAB I
PETUNJUK UMUM
TENTANG MEDITASI

Sebelum menguraikan tentang pelaksanaan sesungguh ­ nya dari Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta, sebaiknya dijelaskan beberapa teknik dasar bagi penerapan visualisasi dari meditasi ini. Adalah penting bagi kita untuk mengetahui latar belakangnya agar dapat melaksanakan medi ­ tasinya dengan tepat. Oleh karena itu perlu dipelajari dengan baik oleh mereka yang belum terbiasa dengan meditasi Buddhis. Juga petunjuk ini dapat digunakan sebagai tambah- a n pengertian bagi mereka yang telah mempelajari meditasi namun tanpa bimbingan seorangguru yang berpengalaman dan ahli.

Dalam hubungan ini hendaknya diperhatikan bahwa tuntunan meditasi dari seorang guru Buddhis merupakan faktor yang sangat penting bagi mereka yang ingin mengikuti ajaran agama Buddha. Guru yang ahli adalah seorang yang telah banyak berpengalaman dalam melakukan meditasi Buddhis dan dapat ditelusuri siapa gurunya yang asli. Dalam masyarakat Buddhis, guru yang demikian dikenal sebagai telah mencapai tingkat penerangan tertentu dan selalu bersikap bijaksana serta penuh welas asih. Hanya guru semacam inilah yang memiliki kemampuan dalam memberikan motivasi yang tepat untuk dilaksanakan, mampu menunjukkan realisasi yang benar yang harus kita capai, mampu menjaga dan melindungi kita agar tidak sampai melakukan kesalahan latihan clan kesalahan tafsir. Dan guru semacam itu harus mampu mem ­bimbing kita untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi tepat pada waktunya. Guru merupakan faktor yang luar blase pentingnya bagi siswa Buddha Vajrayana, sebab hubungan guru dengan murid terikat erat pada kesepakatan untuk men ­ capai tujuan akhir, yaitu Kebuddhaan. oleh karena Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta termasuk dalam ajaran mashab Vajrayana, maka kepada para pemeditasi sangat di ­ anjurkan untuk mencari bimbingan, setiap seat apabila ada kesempatan, dari seorang guru yang tulen, dan menggunakan

buku kecil ini sebagai pelengkap dari petunjuk-petunjuk sang guru yang sangat berharga itu. Namun demikian, bagi mereka yang belu m memperoleh kesempatan untuk dapat berhubung ­ an dengan seorang guru yang pandai, bisa saja mempraktekkan sendiri meditasi ini sejauh kemampuan yang dimilikinya tanpa perlu maraca khawatir akan mengalami hal-hal yang berbahaya. Sesungguhnya meditasi yang khusus ini telah dirancang se ­ demikian rupa sehingga sesuai (Ian bermanfaat bagi pemula maupun bagi yang telah berpengalaman. Sebab di satu fihak meditasi ini tidak mengandung sesuatu hal yang membahaya ­ kan dari latihan esoteric yang sulit, dan di lain fihak juga tidak mengorbankan prinsip penerangan yang tertinggi

Seperti juga pads visualisasi, maka demikian pula pads meditasi ini diperlukan adanya teknik-teknik dasar untuk meditasi clan konsentrasi. Teknik semacam ini telah banyak diuraikan di dalam buku-buku Buddhis, sedang yang akan diuraikan di sini hanyalah garis besarnya saja dari beberapa pokok yang penting-penting.

A. Tempat dan Waktu.

Sekalipun meditasi itu idealnya bisa saja dilakukan di sembarang tempat, tetapi bagaimanapun juga suatu tempat yang tenang dan bersih akan mengalami gangguan yang paling sedikit pula dan hal ini sangat menguntungkan bagi para pemula. Kalau mungkin usahakanlah sebuah ruangan atau sudut ruangan yang dikhususkan untuk tempat berlatih medi ­ tasi setiap hari. Sebaiknya diusahakan satu tempat khusus yang tidak digunakan untuk kesibukan sehari-hari. Dan hendaknya dijaga untuk tetap bersih dan tidak diletakkan bends-bends yang ticlak sesuai dengan tujuan penggunaan tempat tersebut, umpamanya bends yang menonjolkan sifat keduniawian. Sebaiknya kalau mungkin, pasanglah sebuah altar dan patung serta lambang tentang ajaran agama Buddha. Kemudian diletakkan persembahan air, dupa,lilin, bungs, dan sebagainya pada posisi yang lebih rendah dari patung-patung yang ada di altar itu. Dan yang paling membantu dalam hal ini adalah apabila dapat dipasang patung atau lukisan Avalokiteshvara yang sesuai dengan yang digambarkan pads Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta.

Cara yang paling balk adalah dengan melaksanakan meditasi setiap hari secara teratur, waktunya tertentu clan lamanya bermeditasipun tertentu pula. Banyak yang senang melakukan meditasi di pagi hari benar sebelum memulai kegiatan rutin sehari-hari. Hal ini mengingat bahwa pads jam -jam tersebut pikiran setiap orang masih berada dalam keadaan yang paling tenang. Senja hari adalah juga waktu yang baik untuk berlatih meditasi. Lebih baik dibuat jadwal waktu latih ­an meditasi untuk diri pribadi masing-masing, tetapi sebaiknya memilih waktu yang tetap sehingga menjadi kebiasaan rutin setiap harinya. Tentukanlah sendiri lamanya waktu yang di ­ pergunakan untuk bermeditasi clan jangan terlampau ber ­ nafsu, agar ticlak mengalami kegagalan di kemudian hari. Bahkan berlatih meditasi hanya 15 menit setiap harinyapun sudah akan sangat bermanfaat. Mengenai lamanya waktu medi ­ tasi dapat ditingkatkan sesuai kondisi pribadi masing-masing,

B. Latihan-Latihan Lainnya .

Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta ini berisi latihan yang lengkap. Namun demikian para siswa dapat juga melakukan latihan lainnya selama waktu meditasi itu berlang ­ sung. Hal ini tentu saja hanya dapat dibenarkan apabila telah mendapat petunjuk khusus untuk itu dari sang guru. Umpama ­ nya bagi para siswa yang melakukan Kebaktian, dapat melak ­ sanakannya sebelum memulai meditasinya itu sendiri. Atau dapat juga melakukan meditasi Vajrasattva untuk pembersih ­ an batin sambil mengucapkan mantra Vairasattva yang terdiri dari 100 suku kata itu sebelum memulai dengan Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta. Urut-urutannya dan peng ­ gabungannya dari latihan yang berbeda-beds itu tergantung., pads situasi clan tujuannya, maka sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan sang guru.

C. Sikap Tubuh pada waktu Meditasi (Lihat gambar pada halaman berikut)

Sikap tubuh yang ideal untuk bermeditasi adalah duduk di lantai atau di atas bantalan dengan sikap Vajra (Padmasana). Yaitu kaki kiri di sebelah dalam clan kaki kanan di sebelah luar, keduanya diletakkan di atas paha yang berlawanan. Atau dengan sikap semi padmasana (hanya satu kaki, kanan atau kiri, yang diletakkan di atas paha), atau bahkan dengan duduk bersila secara sederhanapun dapat dibenarkan. Punggung harus tegak clan tidak tegang. Kedua tangan dapat disilangkan seenak mungkin di atas pangkuan, atau dalam mudra yang resmi untuk meditasi dengan tangan kanan ditumpangkan di atas tangan kiri clan kedua ibu jari sating menyentuh. Kepala harus tetap lurus, mata setengah terbuka dan jangan difokuskan pads apapun (kecuali apabila memang sedang dengan sengaja bermeditasi atas suatu obyek nyata di hadapan kita). Mulut tertutup wajar clan ujung lidah menyentuh langit-langit mulut.

D. Konsentrasi .

Pada meditasi-meditasi yang menggunakan visualisasi, sangat dibutuhkan kemampuan untuk tetap berkonsentrasi penuh. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa konsentrasi ada ­lah pengekangan atas melayang-layangnya pikiran sedemikian rupa sehingga mampu memusatkan pikiran tadi hanya pada

satu sasaran yaitu meditasi. Teknik-teknik berkonsentrasi banyak diuraikan secara mendalam di dalam kitab-kitab suci agama Buddha, apabila telah memperoleh beberapa pengalam ­ an tentang teknik-teknik itu tentu akan banyak membantu proses visualisasi. Maka bagi pars siswa yang belum mengem­ bangkan konsentrasiny a , dianjurkan untuk melakukan be ­berapa latihan sederhana selama beberapa minggu sebelum memulai berlatih Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta ini. Berlatih konsentrasi dengan benar clan tepat akan meningkatkan kesehatan jasmani clan memberi manfaat yang nyata pads kejiwaan.

Satu metode sederhana adalah berkonsentrasi pada per­nafasan. Duduk dalam sikap meditasi, hanya menarik dan menghembuskan nafas seperti biasa dengan irama yang paling nyaman clan wajar, jangan dipaksanakan clan jangan tegang. Jangan memikirkan apa-apa, sadari saja torus menerus proses keluar masuknya nafas, misalnya dengan menghitung dari 1 sampai 10 secara berulang-ulang.

Suatu cara lain untuk melatih konsentrasi adalah dengan menggunakan obyek yang sederhana, seperti misalnya se ­potong bahan cita berbentuk pesegi kecil atau sekuntum bunga yang sederhana. Letakkan obyek itu pads jarak 1 1 /2 meter di hadapan kits. Sambil duduk dalam sikap meditasi, pandangilah obyek itu saja secara terus menerus dan jangan memikirkan apa-apa lagi. Atau dapat jugs berkonsentrasi pada bayangan pikiran, umpamanya sebuah titik berwarna atau bahkan pada kesadaran kosong itu sendiri.

Seluruh latihan tadi semata-mats dimaksudkan untuk menenangkan dan memusatkan pikiran serta meningkatkan kesadaran. Apabila pads waktu berkonsentrasi dengan salah satu cara tadi pikiran berkeliaran ke dalam permasalahan keduniawian, atau pads khayalan, atau pads yang lain-lainnya lagi, sadarilah saja bahwa pikiran semacam itu hanyalah ilusi semata clan hapuskanlah dari pikiran kita. Sambil menyadari sifat dari semua pikiran yang kita bust sendiri itu, kembali ­ kanlah perhatian kepada meditasi lagi.

Perlu diperhatikan bahwa penghentian meditasi secara mendaclak harus dihindarkan. Perpindahan pikiran dari alam meditasi ke alam kesibukan duniawi harus dijaga agar selalu berlangsung dengan lembut dan ticlak tergesa-gesa.

Teknik-teknik konsentrasi (Shamatha, atau Dhyana, atau Zen) cliterangkan jauh lebih mendalam lagi di dalam hanyak buku-buku agama Buddha, clan clapat d ikonsultasikan guna memperoleh pengertian yang lebih mendetail. Perlu di ­tambahkan bahwa latihan Meditasi bagi Semua Makhluk di Alum Semesta yang berulang-ulang sudah barang tentu akan meningkatkan kemampuan konsentrasi kita.

E . Visualisasi

Tujuan utama visualisasi adalah untuk memindahkan kenyataan yang kita alami sendiri setidak-tidaknya pads waktu meditasi. Nalarnya demikian, makin banyak waktu berolah Latin yang dipergunakan untuk memvisualisasikan pars Buddha, Bodhisattva, clan lain-lainnya, maka keadaan ke ­ seluruhan pandangan mental kita akan memperoleh manfaat. Lagi pula karena kemampuan memvisualisasi seantero jagad telah sempurna, maka kemampuan mengendalikan perasaan akan meningkat sangat pesat, jugs days persepsi clan pengalam ­ an dalam hidup. Dasar pemikirannya adalah bahwa hal itu masih dalam batas kemampuan diri kita sendiri untuk men ­ capai penerangan. Dan dengan demikian berarti kita hidup di dunia kesempurnaan.

Pada umumnya pengembangan kemampuan visualisasi itu agak sulit dan berbeda-beda sesuai dengan kebiasaan yang melekat pads diri masing-masing clan pads kemampuan masing ­ masing pula. Sebagian orang ticlak mengalami kesulitan yang herarti, sedang pads yang lain terasa amat beret. Namun yang penting adalah bahwa hendaknya pengharapan kita sederhana saja pada permulaannya. Visualisasi adalah suatu proses dalam melihat gambaran yang dengan sengaja dibayangkan secara hati-hati dan sungguh-sungguh. Dengan menggunakan ber ­ bag6i fungsi mental seperti ingatan, imaginasi, dan konsentrasi kita menciptakan secara meditatif gambaran itu dalam suatu lokasi ruang khusus. Mula-mula gambaran itu tidak jelas dan khayal, tetapi dengan berlatih pemeditasi akan "melihat" gambaran itu sejelas obyek nyata secara visual.

Banyak cara untuk mencapai visualisasi. Beberapa guru menganjurkan agar dimulai dengan mencoba memvisualisasi kan dengan suatu penglihatan menyeluruh dari gambaran yang samar-samar, lalu secara perlahan-lahan memperjelasnya, karena keakraban kita pads gambaran itu dan prosesnya makin meningkat. Guru yang lain menyarankan agar memulai visuali sasi pada bagian-bagian kecil dari gambaran itu sejelas mungkin. Kemudian secara perlahan-lahan belajar menggabungkan bagian-bagian tali menjadi sebuah gambaran yang utuh dan lengkap. Cara ini sangat membantu pada visualisasi yang lebih kompleks yang menyangkut banyak makhluk suci. Teknik ketiga adalah dengan memandang pada sebuah lukisan menge­ nai gambaran tali untuk waktu yang lama sampai visualisasi pada gambaran tadi menjadi lebih mudah.

Apapun teknik yang digunakan, hendaknya jangan ber­ kecil hati apabila visualisasinya itu pada permulaannya tidak stabil. Kerap kali para pemula mengeluh tentang banyaknya kesulitan yang dihadapi dalam melatih visualisasi. Keluhan yang umum antara lain adalah: tidak mampu membayangkan sama sekali, atau gambaran selalu berubah-ubah sebentar jelas sebentar kabur, atau pada satu saat hanya sebagian dari gambaran itu yang dapat terlihat, atau munculnya keragu­ raguan dari sudut mana seharusnya memandang gambaran itu, atau gambaran selalu meluncur hilang dari kepala (sebagai pada visualisasi atas gambaran/patung di ujung kepala dalam "Medi­ tasi bagi Semua maklhuk di Alam Semesta'j, gambaran/ patung itu bergerak-gerak semaunya sendiri dan mulai ber­ cakap-cakap, tertawa ataupun bersendau gurau. Masih ada lagi problem yang sangat umum Dari semua bentuk meditasi, misal­ nya rasa sakit pada anggota tubuh, pikiran yang melayang­ layang, mengantuk, kekacauan pikiran, keinginan untuk ber­ gerak, dan gejolak emosi yang kuat namun tidak teratur.

Jawaban bagi semua problem ini adalah sama yaitu abai kan dan jangan memperduli kannya, serta tetap terus melanjut ­ kan meditasi. Semua kesulitan tadi hendaknya dianggap sebagai suatu muslihat belaka dari sang ego yang ingin meng ­ hindar dari pengamatan yang cermat dan penghancuran total sebagai akibat keberhasilan kita dalam melaksanakan meditasi Buddhis. Sebaliknya apabila kita hiraukan, gangguan itu akan menjadi-jadi. Oleh karena itu janganlah terlampau menghirau ­ kannya, tapi justru pusatkan terus perhatian kita pada ikhtiar untuk melanjutkan meditasi itu sebagaimana biasa.

Prinsip tersebut di atas juga berlaku bagi setiap pengalaman istimewa yang mungkin kita peroleh selama berlang ­ sungnya meditasi. Juga apabila kita tidak memperoleh penga ­ laman apapun selama meditasi. Pemeditasi diingatkan untuk tidak berbangga hati atas apa yang dianggapnya sebagai suatu tanda keberhasilan, seperti misalnya mengalami perasaan yang menyenangkan, rasa hangat, melihat cahaya, dan sebagainya. pengalaman - pengalaman semacam itu memang akan muncul dalam lelapnya meditasi, akan tetapi hal itu bukanlah sesuatu yang amat penting, jadi tidak perlu dikejar dan tidak perlu dihindari.

Demikian Pula halnya dengan halusinasi yang mung­kin kita peroleh, yaitu apabila suatu saat timbul pemandangan yang aneh maupun yang menakutkan. Hendaknya justru di ­ sadari bahwa itu hanyalah ilusi dan suatu keadaan yang tidak nyata, dan oleh karena itu hilangkanlah dari pandangan kita. Sedang apabila kita tidak mendapat pengalaman apapun, janganlah berkecil hati ataupun kecewa. Hendaknya selalu di ­ ingat bahwa satu-satunya tujuan meditasi itu adalah untuk mengembangkan welas asih dan pengertian. Apabila kita dapat mengalami suatu penglihatan yang jelas seperti pada waktu bermeditasi atau sekalipun hanya mengalami sedikit peningkat­ an rasa welas asih kita dalam kehidupan sehari-hari, itu hendaknya dipandang sebagai suatu hasil yang nyata dari ber ­ latih meditasi ini.

Sebagai suatu catatan akhir, perlu dikemukakan di sini hahwa visualisasi pads gambaran-gambaran patung seperti Avalokiteshvara itu mungkin terasa aneh dan sukar bagi mereka yang belum mengenal patung-patung buddhis pads ninumnya. Sehingga akan sangat membantu apabila pada tahap permulaan visualisasi itu dianggap Baja sebagai latihan untuk mengembangkan pikiran clan menyempurnakan days konsen ­ wisi. Tetapi yang justru lebih penting adalah bahwa bentuk dan atribut yang dikenakan Avalokiteshvara itu hendaknya dimengerti sebagai yang memang dirancang dengan mengguna ­ kan lambang-lambang yang paling mudah ditangkap dan kena Berta mempunyai kaftan arti dengan welas asih clan kebijakan. Lam bang-lambang ini sedikit banyak dijelaskan di dalam Ilan 3. Karena bertambahnya keakraban kita dengan bentuk dim hubungannya atas Avalokiteshvara, sehingga dimungkin ­ kan juga bagi sebagian terbesar anggota peradaban manusia miluk berhubungan dengan lambang-lambang kuno yang penuh kekuatan ini.

I Cara membaca mantra dengan menggunakan mala.

Mantra adalah ungkapan kata-kata dari suatu kesadaran allung. Mantra itu singkat clan simbolik, dan biasanya dalam bahasa Sansekerta. Sekalipun memiliki arti harfiah yang dapat diterjemahkan ke dalam bahasa lain, namun fungsi utamanya adalah untuk mengantarkan kita kepala suatu bentuk kesadar ­ an khusus melalui hanya suara suku-suku kata dari mantra itu. Dengan demikian mantra itu harus dibaca berulang-ulang sebanyak mungkin dengan pikiran yang dikonsentrasikan pads suara dari mantra itu dan pada kebijakannya yang terkandung di dalamnya. Biasanya mantra dihitung dengan menggunakan mala (tasbih).

Mala yang dipergunakan dalam agama Buddha biasanya terdiri atas 108 butir, tujuannya adalah untuk menghitung terutama apabila kita akan mencoba membaca mantra untuk suatu jumlah tertentu. Setiap kali mencapai satu putaran

penuh dihitung sebagai 100 mantra, (yang 8 adalah sebagai cadangan kalau-kalau terjadi salah ucap ataupun salah konsen­ trasi.) Lagi pula angka 108 itu biasanya dianggap sebagai angka mujur.

Mantra diucapkan sambil memegang biji mala di antara jari telunjuk dan ibu jari, (kadang-kadang cligunakan jari yang lain pads latihan yang lebih lanjut). Mala boleh dipegang de ­ ngan tangan kanan ataupun tangan kiri sesuai kehiasaan masing-masing. Setiap kali mantra selesai diucapkan, pegangan pindah ke biji berikutnya. Hitungan dimulai dari biji yang pertama di sebelah kepala mala. Apabila selesai satu putaran clan sampai pads kepala mala lagi, maka kepala mala itu jangan dihitung, tapi putarlah mala itu dan mulailah menghitung lagi dan kembali ke arah kebalikannya dari yang pertama tadi.

Biji mala dapat dibuat dari bahan apa saja. Yang paling digemari adalah yang terbuat dari biji Bodhi, demikian pula yang terbuat dari kayu gaharu. Beberapa bahan seperti gading, merjan, kristal, atau bahkan dapat terbuat dari tulang, namun hanya dipergunakan untuk keperluan yang khusus saja.

Penggunaan mala juga membantu konsentrasi pikiran kita pads mantra clan meditasi. Mala itu sendiri seyogyanya dirawat dengan hati-hati clan penuh hormat. Setiap butir mala dapat dianggap sebagai lambang seorang Bodhisattva yang kepadaNya kita tujukan meditasi itu. Seclang tali yang meng ­ hubungkan butir-butir mala itu adalah lambang dari kesadaran Bodhisattva.

G. Penggunaan ajaran meditasi ini.

Yang terdapat pads Bab 2 adalah suatu terjemahan tentang Meditasi bagi Semua makhluk di Alam Semesta dari teks aslinya dalam bahasa Tibet yang ditulis oleh Tangtong Gyalbo.

Ajaran ini menggambarkan dan menjelaskan secara tepat tentang apa yang harus divisualisasikan dan dialami di dalam meditasi. Pelaksanaan yang biasa adalah dengan membaca setiap bagian dengan perlahan-lahan. Bacalah mantra itu baik ­- baik, boleh dengan suara yang keras ataupun dengan suara lirih yang hanya terdengar untuk diri sendiri. Dan visualisasikan setiap langkah yang kita baca. Pada akhir setiap bagian boleh berhenti sejenak clan pikiran Berta basin kita meninjau ke seluruhan visualisasi yang sejauh ini telah kita lakukan. Lama ­ nya waktu yang dipergunakan pada setiap bagian tidak harus sama, sebab hal itu tergantung pads kebutuhan clan kecen ­ derungan masing-masing prang.

Selama mengucapkan mantra hendaknya diusahakan mengingat-ingat sebanyak mungkin dari keseluruhan visuali ­ sasi itu. Kita juga harus berkonsentrasi pads suara dari mantra itu dan berusaha untuk menyadari daya spiritual yang te r ­ kandung di dalamnya. Pengucapan mantra yang diikuti dengan pelaksanaan meditasi tanpa bentuk ini memerlukan waktu yang lebih lama daripada meditasinya itu sendiri.

Setelah pengulangan-pengulangan mantra, selesaikanlah bacaan dan meditasinya sesuai dengan teks.

Hendaknya diingat bahwa nomor-nomor dalam tanda kurung itu adalah tambahan dari penerjemah demi memudah ­ kan pembaca untuk menandai setiap bagian dari meditasi ini. Nomor-nomor tersebut sesuai dengan penjelasan detailnya dari setiap bagian yang akan diungkapkan dalam Bab 3.


BAB II

TERJEMAHAN

Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta yang diturunkan langsung kepada Tangtong Gyalbo adalah sebagai berikut

Pertama-tama, mohon perlindungan :

(1)

Aku berlindung

dalam Buddha, Dharma, dan Sangha sampai aku memperoleh penerangan.

Semoga semua perbuatan balk yang kulakukan, seperti cinta kasih, dan lain-lainnya,

membawaku mencapai kebuddhaan, guns menolong semua makhluk.

(2)

Aku dan semua makhluk-makhluk di jagad raya teratai putih dan bulan di ujung kepala. "HRIH" di atasnya, Bari sans menjelma Yang Mulia Arya Avalokiteshvara,

putih, kemilau, memancar cahaya panca warna. Tersenyum memandang penuh karuna.

Empat tanganNya, merangkap yang dua,

mala kristal dan teratai putih di tangan lainnya. Berjubah sutera, perhiasanNya tiada tars,

memakai bulu rusa menyilang di dadaNya, mengenakan mahkota berujung Amitabha, duduk dalam sikap Vajrasana,

bersandar pada bulan purnama.

IA intinya perlindungan semua.

(3)

Bayangkan diri sendiri dan semua makhluk hidup berdoa bersama serasi selaras dan seirama .

Aku menyembah Yang Arya Avalokiteshvara IA yang tanpa cacat tanpa cela,

Bermandikan cahaya, putih warnanya, KepalaNya bermahkotakan Amitabha,

memandang semua makhluk dengan penuh karuna.

Ulangi 3 atau 7 kali, atau sebanyak mungkin.

(4)

Akibat doa yang menyatu ini,

cahaya terang memancar dari tubuh Sang Arya, menghapus semua pemunculan pikiran buruk dan pandangan yang keliru.

Alam luar menjadi Svarga Sukhavati. Sarinya yang di dalam: tubuh, ucapan dan pikiran semua insan, menjadi tubuh, ucapan, dan pikiran Avalokiteshvara. Penglihatan, suara, dan pikiran menjadi sunya bulat menyatu.

Pada waktu melaksanakan meditasi atas Doa di atas ucapkanlah mantra enam suku kata ( Om Milani Padme Hum)

(5)

Kemudian menjadi lelap dalam alam pribadi masing­ masing, suatu keadaan yang tidak dapat dilukiskan dan di luar jangkauan dari ketiga lingkaran (subyek, obyek dan perbuatan).

(6)

Kebangkitan

Rupaku dan jugs yang lain adalah rupa Sang Arya. Suaranya adalah irama enam suku kata.

Pikirannya adalah pusat kebijakan agung.

(7)

Melalui pahala ini semoga aku cepat menjadi Avalokiteshvara, dan kemudian menolong semua makhluk tanpa kecuali untuk mencapai ke tingkat itu.

Berdoa semoga pahala yang kita peroleh dipancarkan kepada semua makhluk.


BAB III

PENJELASAN

Keterangan di dalam bab ini berdasar pads tafsir tradisional Tibet tentang Meditasi bagi Semua Makluk di Alain Semesta dan atas petunjuk-petunjuk lisan yang diberikan oleh sejumlah guru kepada penerjemah (Janet Gyatso).

1. Mohon Perlindungan.

Bagian meditasi ini sebenarnya mengetengahkan dua motivasi yang sangat penting untuk berlatih meditasi Buddhis, yaitu Permohonan Perlindungan dan diiringi dengan Kebang ­ kitan Kesadaran Bodhisattva. Kedua konsep ini selalu dike ­ mukakan lebih dulu sebelum memulai setiap latihan. Dan se ­ sungguhnyalah bahwa hal ini sama sekali tidak boleh diabai ­ kan demi kemajuan kita di dalam mengikuti ajaran agama Buddha.

Permohonan Perlindungan (ketiga baris pertama dari teks meditasi) adalah pernyataan resmi bahwa tujuan per ­ lindungan terakhir atau pujaan tertinggi kita adalah Buddha, Dharma, clan Sangha. Dengan kata lain, kita berpendirian untuk berpegang pads Buddha, Dharma, dan Sangha sebagai kerangka tujuan kita yang tertinggi sampai kita mencapai kebuddhaan. Pada waktu mohon perlindungan, kita teringat bahwa Sang Buddha adalah seorang yang telah mencapai penerangan sempurna, sehingga menjadi inspirasi tertinggi bagi semua umat Buddha. Adapun Dharma adalah ajaran, filosofi, d an metode terdalam yang dibabarkan oleh Sang Buddha, dan disajikan dalam kitab-kitab suci agama Buddha. Sangha adalah Pesamuan Agung para Suci yang berikhtiar mengembangkan batin mereka untuk mencapai tingkat kebuddhaan. Oleh karena itu Buddha, Dharma, dan Sangha dipuja oleh umat Buddha dan layak memperoleh penghormatan dan pemujaan yang tertinggi.

Pada saat mengulang kata-kata dari "Permohonan Per ­ lindungan", visualisasikan bahwa diri kita dikelilingi oleh ibu, ayah, teman, musuh, bahkan sesungguhnya semua makhluk hidup, semuanya duduk bersama dan sedang bersama-sama pula memohon perlindungan. Di angkasa di hadapan kita semua, terlihat Sang Buddha dan semua B odhisattva, kemudi ­ an kitab-kitab suci yang menggambarkan Dharma, clan anggota Sangha. Kehadiran yang divisualisasikan dari makhluk-makh ­ luk ini memperkuat ikatan kita pada Permohonan Perlindung ­ an itu.

Bagi yang baru pertama kali melaksanakan Permohonan Perlindungan, maka biasanya dihadiri oleh guru spiritualnya yang menandai masuknya seseorang ke dalam agama Buddha. Oleh karena itu, pernyataan mohon perlindungan itu kerap kali diulang-ulang sebelum mulai bermeditasi, ini akan meng ­ ingatkan maksud utama clan ideal tertinggi seseorang di dalam melaksanakan meditasi.

Kebangkitan kesadaran Bodhisattva (tiga baris kedua dari bagian ke-1) adalah suatu akibat yang pasti dari Per ­ mohonan Perlindungan, dan boleh jadi ini merupakan konsep terpenting dari agama Buddha. Ini adalah suatu pernyataan

bahwa semua usaha yang kita lakukan untuk memperoleh penerangan itu adalah untuk dipersembahkan bagi kebahagiaan orang lain. Usaha ini termasuk semua aspek dari ajaran agama Buddha seperti murah hati, menolong orang lain, membaca kitab suci, mengembangkan konsentrasi dan pandangan terang, dan sebagainya. Deegan lebih dulu mengemukakan tekad bahwa semua usaha untuk mencapai kebuddhaan itu adalah demi semua makhluk hidup, maka hal ini akan membentuk su ­suatu tekad yang kuat yang mampu menembus dan mengubah segala sesuatu yang akan dihadapi selanjutnya. Tekad untuk membangkitkan kesadaran Bodhisattva ini menghindarkan kita dari kesalahan yang fatal, yaitu menggunakan meditasi ini untuk kepentingan diri sendiri.

Jadi, sebelum mulai dengan latihan yang sebenarnya, hendaknya kita menengok dulu sekejap kepada makhluk yang tidak terbilang banyaknya yang berada di alam Samsara (di dunia ini ) , dengan bermacam-macam penderitaan yang harus mereka tanggung. Menurut ajaran agama Buddha, makhluk hidup itu dibagi dalam enam golongan: dewa di sorga, raksasa yang selalu berkelahi, manusia, Binatang, setan kelaparan, dan makhluk penghuni neraka. Dipercaya pula adanya enam alam kehidupan yang sesuai dengan keenam golongan makhluk tadi. Tetapi dipandang dari segi lain, sebenarnya di dalam diri manusiapun terdapat sifat-sifat dari keenam jenis makhluk itu.

Dewa-dewa di sorga itu sebenarnya berada di alam sorga yang bersifat jasmaniah (materialistic) namun pengembangan spiritualnya kecil sekali. Mereka akan mengalami goncangan dan penderitaan yang besar apabila hidupnya berakhir serta melihat kenyataan bahwa dirinya berada dalam bahaya. Raksasa selalu terlibat dalam persaingan dan Baling menyerang karena iri hati. M er eka jugs tidak mempunyai kesempatan untuk memikirkan hal-hal spiritual. Binatang, pada umumnya sangat dungu dan tidak memiliki kecerdasan yang nyata. Mereka selalu terlibat perkelahian demi mempertahankan hidupnya, dan kerap kali diperbudak. Setae kelaparan men ­ derita oleh adanya dorongan keinginan yang besar namun tidak pernah dapat dipuaskan. Akibat kekikiran diri, mereka selalu rnencari-cari makanan dan perbekalan, tetapi yang mampu mereka peroleh hanyalah sekeping makanan dan pakai ­ an rusak, itupun jarang-jarang sekali. Makhluk penghuni neraka mutlak berada dalam kungkungan kebencian dan keangkara ­ murkaannya sendiri, sehingga mereka mengalami penyiksaan dan penderitaan yang luar biasa beratnya. Boleh jadi pads diri manusiapun memiliki semua jenis dari problem tadi pads ukuran tertentu. Hanya Baja rupa-rupanya manusia memiliki jumlah dan campuran yang tepat antara penderitaan dan ke ­ cerdasan, sehingga kadang-kadang mampu menembus ke ­ bodohan dan dapat mengembangkan beberapa kebajikan.

Oleh karena itu manusia diperkirakan sebagai satu-satunya kehidupan dimana dimungkinkan pengembangan ajaran agama Buddha. Mengingat bahwa jumlah manusia begitu kecil bila di ­ bandingkan dengan makhluk lainnya, maka sesungguhnya menjadi manusia adalah suatu berkah yang luar biasa besarnya dan merupakan hal yang langka. Namun demikian berbagai problem terbesar justru melanda umat manusia, umpamanya sakit, ketidaktahuan, kekecewaan, dan kematian

Sekalipun mungkin kita telah menyadari secara luas tentang adanya berbagai penderitaan, pengalaman membukti ­ kan bahwa biasanya kita gaga) mengatasi pads benturannya yang penuh di dalam kehidupan kita. Tetapi refleksi dari luasn y a penderitaan itu akan menumbuhkan rasa welas asih clan hasrat untuk meringankan penderitaan semua makhluk hidup. Hendaknya disadari akan pentingnya pengembangan kebijak ­ an yang sangat dibutuhkan untuk mampu secara efektif me ­ nolong semua makhluk hidup demi menciptakan suatu perubahan yang nyata pads kesadaran dan keadaan hidup makhluk itu semua. Dengan mengakui pentingnya kebijakan yang sempurna beserta welas asih, maka hal ini akan men ­ dorong juga menguatkan hasrat untuk bermeditasi, serta me ­ manfaatkan suatu kesempatan yang sangat berharga sebagai manusia yang sehat clan berakal untuk melaksanakan Dharma.

2. Tahap Produksi .

Sekarang kita sampai pads tahap meditasi yang sebenar-nya. Bagian ini dikenal sebagai tahap produksi, karena meng­ maikan timbulnya patung Avalokiteshvara yang divisualisasi ­ kan iitu setahap demi setahap.

marilah kita mulai kembali memvisualisasikan semua makhluk hidup di alam semesta yang tiada terbilang banyak - nya itu. Makhluk ini meliputi seantero jagad rays. Bayangkan l ah mereka berada di suatu lapangan yang sangat luas, dan Malang melaksanakan juga meditasi bersama dengan kita.

Bayangkanlah bahwa di paling ujung dari kepala kita clan kep ala semua makhluk hidup itu muncul setangkai bunga nya seolah benar-benar berada di dalam kepala kita, kemudian bunga teratai itu muncul dari dalam spa yang disebut "lubang

Brahma", yaitu ubun-ubun. Sebuah bulan berbentuk piring ­ an menempel seimbang di ujung kelopak bunga, bentuknya mirip dengan bantalan meditasi tetapi sangat rata.

Hrih, sukukata dari welas asih, dalam huruf Tibet .

Dari ujung piringan bulan itu secara tiba-tiba muncul satu suku kata "HRIH". "Hrih" ini dilafalkan sesuai bunyi ejaannya, huruf "h" di belakang menandakan hembusan nafas yang pendek pads akhir suku kata itu. "Hrih" ini dianggap sebagai perwujudan dari intinya welas asih clan kebijakan semua Buddha. "Hrih" ini boleh divisualisasikan dalam bahasa apapun, dalam bahasa Sansekerta , Tibet ataupun Latin. "Hrih" ini dibayangkan setinggi beberapa inci, berdiri di atas piring ­ an bulan clan menghadap ke depan. Warnanya putih dan sangat terang, hampir mengalahkan terangnya petir. Dipenuhi daya kekuatan dari sarinya welas asih yang sangat kuat itu. Sinar ­ Nya menerangi seluruh alam semesta.

Seorang pemeditasi melakukan visualisasi Avalokiteshvara

menurut Meditasi bagi Semua Makhluk di Alam Semesta

Kemudian "Hrih" itu secara otomatis berubah menjadi wujud dari Bodhisattva Arya Avalokiteshvara (Arya = yang patut dihormati).

Avalokiteshvara berkulit putih bening bagai warna bulan di musim Gugur. TubuhNya memancarkan cahaya yang mengurai menjadi warna bianglala: putih, biru, kuning,merah, d an hijau. Kelima warna ini melambangkan elemen-elemen dasar dari dunia ini. Berkas sinarNya menerangi seantero jagad. Bodhisattva ini tersenyum kecil sambil mengamati seluruh jagad raya dengan penuh welas asih. Beliau memiliki empat buah tangan, dimana yang dua dalam sikap berdoa (namas­ kara) di dadaNya. Mudra ini mencerminkan penghormatan etas aktivitas yang tanpa betas dari Sang Buddha. Adapun kedua tanganNya yang lain, yang kanan memegang setangkai bungs teratai yang indah (merupakan lambang dari seorang Bodhisattva), yang kiri memegang male kristal (sebagai lambang welas asih yang terus menerus tiada terputuskan).

Avalokiteshvara memakai jubah tradisional terbuat dari sutera, dan mengenakan perhiasan seorang Bodhisattva, ter ­ masuk sjaal, rok, dan ga un luar dari sutera terbaik dibordir emas. Memakai anting permata, kalung, gelang, ikat pinggang clan gelang kaki. Selembar kulit rusa diselendangkan di pundak kiriNya sebagai lambang welas asihNya yang besar pada semua makhluk hidup. RambutNya diikat dengan pita berbentuk bulat dengan sisa ikalanNya dibiarkan terurai. Beliau memakai mahkota bertabur permata, di bagian depannya terdapat Buddha Amitabha dalam ukuran kecil, sebagai penghormatan pads Sang Buddha yang penting itu.

Avalokiteshvara duduk dengan sikap meditasi dalam posisi Vajrasana, yaitu kedua kaki dilipat, kaki kanan di atas kaki kiri, telapak kaki ditumpangkan di atas paha kaki yang berlawanan. PunggungNya bersandar pads piringan bulan yang lain lagi yang jugs berwarna putih dalam posisi berdiri tegak tepat di belakang Sang Bodhisattva. Bulan ini menandakan pancaran sejuk dari welas asih yang mengatasi pedihnya derita akibat keterikatan.

Penjelasan terakhir dari bagian ini memberikan petunjuk pada pemeditasi untuk menyadari bahwa Avalokiteshvara yang ada di atas kepalanya itu bukanlah sekadar sebuah patung yang divisualisasikan, tetapi benar-benar Avalokiteshvara itu sendiri. Kita harus membayangkan bahwa Bodhisattva ini memiliki sarinya clan kebijakan semua Buddha, yang menjadi obyek mulia dari semua permohonan perlindungan. Oengan demikian gambaran yang divisualisasikan itu menjadi prinsip tertinggi ajaran agama Buddha. Gambaran Avalokiteshvara yang divisualisasikan itu memiliki kekuatan yang tanpa batas, clan mampu mengadakan komunikasi langsung dengan para pemeditasi.

3. Doa pada Avalokiteshvara.

Baris-baris yang terdapat pads bagian ini adalah sebuah doa tradisional yang berisi pemujaan pads Avalokiteshvara dan ringkasan tentang ciri-ciri penting dari Sang Bodhisattva.

Sambil mengingat-ingat seluruh visualisasi terdahulu, ulang-ulanglah doa ini sebanyak mungkin. Kalimat yang ter ­ dapat pads doa itu mengungkapkan dasar pemujaan dan peng ­ agungan bagi keadaan batin yang dalam clan mulia dari Sang Bodhisattva. Ini adalah kebalikan dari keadaan pikiran diri pribadi kita dan semua makhluk di alam Samsara ini yang penuh keraguan dan hawa nafsu. Oleh karena itu kita dengan sungguh-sungguh memohon kepada Sang Bodhisattva untuk melimpahkan berkah clan kekuatan.

4. Transformasi dan Pengucapan Mantra

Permohonan clan pengharapan yang sungguh-sungguh seperti tersebut di atas tali menunjukkan bahwa pemeditasi menerima dan sanggup melaksanakan welas asih. Hal ini me ­ nyebabkan Sang Bodhisattva tergerak hatiNya untuk me ­ nolong semua makhluk di alam Samsara ini. Cahaya mulai memancar dari tuhuhN I ya clan menerangi seluruh alam Samsara. Cahaya ini memiliki kekuatan untuk menghapuskan semua penderitaan ilusif, problem, dan keraguan di duniaini, suatu keadaan yang diakibatkan oleh ketidaktahuan clan kegelapan batin. Pemeditasi membayangkan bahwa seantero alam luar (dunia jasmaniah) tersentuh cahaya ini. Setiap obyek dengan seketika berubah ke dalam aspeknya yang paling berarti dan paling indah, yaitu menjadi penghias Svarga Sukha ­ vati (Alain Kebahagiaan dimana Amitabha, Avalokiteshvara, clan para makhluk suci lainnya berada). Sebagai contoh, ruang tempat kita bermeditasi berubah menjadi istana kristal, suatu lingkungan yang sesuai bagi para makhluk yang telah men ­ capai penerangan. Sementara itu semua makhluk di dunia ini (alam dalam) diubah oleh cahaya itu, dan aspeknya yang paling sempurna berkembang penuh. Tubuh mereka menjadi sama seperti tubuh Avalokiteshvara. Apapun yang mereka ucapkan terdengar bagaikan suara mantra enam suku kata Bari Avalokiteshvara itu. Dan apa yang mereka pikir adalah semata-mata pementasan Bari kesadaran sempurna itu sendiri secara spontan. Perubahan ini sudah barang tentu termasuk diri sendiri, yaitu yang melakukan meditasi.

Dengan kata lain, semua fenomena di jagad raga ini her­ ubah seperti apa yang seharusnya terjadi apabila seantero jagad raga telah memperoleh penerangan. Cahaya Bari Bodhisattva itu membersihkan pikiran kita sedemikian rupa, sehingga

semua pertentangan keduniawian terselesaikan, dan semua pandangan, suara, Berta pikiran terlihat tanpa perbedaan dan tidak dapat dipisahkan Bari kekosongan itu sendiri.

Dalam keadaan kesadaran yang telah bersih inilah kita sekarang mengucapkan mantra. Mantra ini hendaknya dibaca berulang-ulang sebanyak mungkin, tetapi paling sedikit 100 kali. Selama waktu membaca mantra itu, pertahankan seluruh visualisasi yang sejauh ini telah diuraikan.

Sedang tentang halnya mantra itu sendiri, Om Mani Padme Hum, dipercaya sebagai berisi pemusatan Bari semua Jaya kekuatan Bari welas asih dan aktivitas Avalokiteshvara. Dengan sebenarnya dikatakan bahwa suku kata " OM " berisi bentuk dan kebijakan kelima golongan Buddha. "MANI" ber­ arti Permata, dan "PADMA" berarti bunga teratai. Dan apabila digabungkan berarti "la yang memegang Permata dan teratai" yang merupakan sebutan lain bagi Avalokiteshvara. "HUM" mempunyai fungsi dan kewajiban untuk melindungi semua makhluk di enam alam Samsara. Jadi arti mantra yang diberi­ kan secara tradisional itu adalah: "Oh Master Bari kelima tubuh dan kebijakan Buddha, Pemegang Permata dan Padma, lindungilah keenam jenis makhluk Bari penderitaan." (Perlu diingat bahwa penafsiran arti "Om Mani Padme Hum" sebagai "Hiduplah Sang Permata Dalam Teratai!" adalah sama sekali keliru.)

Mantra enam suku kata ini juga dipercaya mempunyai kaftan dengan keenam alam Samsara, enam warna, enam nafsu, enam kebijakan, dan enam Buddha. Serta masih banyak lagi penafsiran yang mungkin untuk mengartikan mantra tersebut.

Tetapi hal itu tidak penting untuk diperhatikan pads saat kita sedang membaca mantra. Dengan membaca mantra di­ mana konsentrasi terpusat hanya pads suara enam suku kata itu Baja, maka akan timbullah kekuatan yang menyatu bulat, hal inilah yang justru akan secara pasti memindahkan kebijak­ an dan welas asih Bari Avalokiteshvara kepada pemeditasi, yang berarti juga kepada semua makhluk hidup.

Catatan tentang lafal :

"Om Mani Padme Hum" dibaca sesuai dengan ejaannya dalam bahasa Indonesia . Kecuali untuk kata "Hum", yang dilafalkan hampir mendekati bunyi kata "Hung". Dalam bahasa Tibet, kata "Padme" diucapkan sebagai "Pemei", dimana suku kata pertama dilafalkan sebagai "pe" pads kata "peti" dalam bahasa Indonesia

Tahap Penyempurnaan.

dengan selesainya periode pembacaan mantra ini, maka seluruh visualisasi larut ke dalam keadaan kosong. Kemudian pemeditasi dianjurkan untuk menyadari alam yang benar dari kenyataan ini, sesuai dengan prinsip-prinsip filosofi Buddhis yang tertinggi. Bagian dari meditasi ini, yaitu hasil dari visuali ­sasi yang telah dikerjakan sejauh ini sebenarnya tidak ada perb edaannya dengan kebanyakan meditasi Buddhis yang lain, seperti misalnya Zen atau Vipashyana.

Penjelasannya adalah sebagai berikut: Karena kita telah memperoleh kebijakan sempurna dari Avalokiteshvara, maka kita menyadari relativitas semua benda-benda di jagad raya ini, ter ­ masuk halnya visualisasi itu sendiri. Kemudian hendaknya batin kita terserap ke dalam kewajarannya sendiri, yang me ­ rupakan intinya penerangan sempurna. Semua susunan mental yang saling bertentangan itu tertembusi. Baik si pelaku (agent) yang melakukan perbuatan, baik obyek perbuatan itu, maupun perbuatannya itu sendiri, semuanya tidak berarti apa-apa. tiada sesuatupun yang patut dilekati, ticlak pula pads keadaan yang menyenangkan dari kejernihan itu sendiri. Sebaliknya, b iarkanlah diri kita berada dalam alamnya sendiri yang me rupakan kenyataan yang paling mendasar. hendaknya kita tetap bertahan pads keadaan tanpa ego ini selama mungkin, karena ini adalah bagian yang terpenting dari meditasi.

Bangkit keluar dari Meditasi.

Keluar dari keadaan penyerapan ini, kita melihat dan merasakan segala sesuatu sebagai bagian dari Mandala (alam yang dialami) Avalokiteshvara. Kita memandang semua makhluk dan bentuk sebagai Avalokiteshvara, semua suara bagaikan bunyinya mantra enam suku kata itu, dan semua pikiran menjadi bagian dari welas asih dan kebijakan Avaloki ­ teshvara. Diilhami oleh pengalaman dari meditasi itu, kita me ­ mandang kenyataan dengan cara baru yang mendalam dan mulia, dimana segala sesuatu terlihat dalam aspeknya yang paling sempurna.

Jadi hendaknya kita memadukan kenyataan-kenyataan yang kita peroleh selama bermeditasi ke dalam kehidupan kita sehari-hari sebanyak mungkin. Ini berarti bahwa kita menghindarkan diri dari pemikiran yang saling bertentangan d an dari kemelekatan pada obyek yang bersifat jasmaniah. Sebagai gantinya, kita hendaknya justru mengembangkan welas asih, keramah-tamahan, dan sifat gemar menolong pada semua makhluk hidup dan tidak pernah lupa akan sifat ilusif dari semua fenomena.

Membagikan Berkah yang diperoleh.

Sudah menjadi tradisi dari semua latihan meditasi Buddhis, bahwa waktu meditasi itu ditutup dengan pernyataan untuk membagi-bagikan setiap pahala apapun yang kita per ­ oleh sebagai hasil dari latihan meditasi itu kepada semua makhluk hidup. Seperti halnya pada permulaan meditasi, maka kita kembali pada tujuan meditasi Buddhis yang adalah bagi kebahagiaan semua makhluk, dan bukan untuk kepentingan diri sendiri saja. Kita bersumpah untuk sungguh-sungguh men ­ jadi seorang Bodhisattva seperti Avalokiteshvara agar dapat menolong semua makhluk hidup untuk juga mampu men capai keadaan batin yang terbebas dari kekotoran.

Sebagai catatan akhir, kiranya cukup relevan untuk di ­ utarakan beberapa pokok tentang pelaksanaan dari welas asih dalam kehidupan sehari-hari. Segera terlihat jelas bagi pe m editasi bahwa untuk mengerti tentang cara hidup yang paling tepat dan paling kena agar dapat menolong semua makhluk hidup itu adalah sama sekali bukan hal yang mudah. Gerak Bodhisattva selalu ditujukan kepada pencapaian penerangan tertinggi bagi semua makhluk hidup. Namun untuk mampu mengerti tentang cara yang terbaik yang menuju ke arah sasar ­ an yang mulia itu kerap kali banyak dibutuhkan kebijaksanaan d an kecakapan. Dalam hal inilah Bering terjadi para pemula membuat kesalahan, seperti misalnya kita suclah pasti tidak ingin "membantu" pencuri untuk melakukan kejahatan. Secara umum dapat disarankan agar jangan hendaknya welas asih itu justru menambah dorongan egoisme pads diri orang lain, atau justru mendorong mereka untuk menjadi semakin kacau dalam gejolak emosi.

Oleh karena itu sangat penting bagi para pemula untuk memusatkan perhatiannya terutama pada sikap batin dan untuk berlatih meditasi secara teratur. Janganlah kita mem ­ buat rencana yang terlampau muluk-muluk, atau berkhayal dengan merasa diri sendiri sebagai juru selamat yang agung bagi semua makhluk hidup. Sekalipun memang benar bahwa hasrat hati sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita yang dalam itu, namun sebaiknya perubahan tingkah laku kita jangan ter ­ lampau menyolok dulu. Kita dapat secara sederhana mencoba untuk bersikap secara umum lebih ramah. Dan jangan lupa untuk juga bersikap ramah kepada binatang, hindarilah pem ­ bunuhan, sekalipun hanya atas kutu-kutu busuk. Dengan makin mampunya kita mengendalikan emosi clan problem sedikit demi sedikit, serta sedikit sekali kemelekatan pada ego, maka keadaan serta kebutuhan orang lain maupun makhluk lain akan tertampak lebih jelas pads kita.—

MANTRA SERATUS SUKU KATA DARI VAJRASATTVA

OM AVALOKITESVARA SAMAYA (1), MANUPALAYA (2), AVALOKITESVARA TVENOPATISTA (3), DRITHO ME BHAVA (4), SUTOSYA ME BHAVA (5), SUPOSYA ME BHAVA (6), ANURAKTO ME BHAVA (7), SARVASIDDHI ME PRAYACCHI (8), SARVA KARMA SUCA ME (9), CITTAM SREYAH KURU HUM (10), HA HA HA HA HO (11) BHAGAVAN AVALOKITESVARA MA ME MUNCA (12) AVALOKITESVARA BHAVA (13), MAHA SAMAYA ­ SATVA (14), AH HUM PHAT (15).

MEDITASI ZHEN QI SIRKULASI

Meditasi adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar untuk memusatkan banyak titik perhatian ke satu titik perhatian. Salah satu teknik meditasi yang terkait dengan pernapasan adalah meditasi sirkulasi temuan DR. Li Shao Bo, seorang profesor asal Lanzhou, China. Meditasi ini disebut Zhen Qi. Zhen artinya asli, dan Qi artinya energi. Zhen qi atau energi asli/murni manusia sebenarnya sangat potensial untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dan stamina, sayangnya hanya sedikit orang yang paham mengenai hal ini.

Zhen qi adalah ilmu yang mengajarkan orang supaya panjang umur dengan cara mengoptimalkan energi vital yang sudah ada dalam tubuh kita sendiri, yaitu dengan teknik pernapasan yang terkonsentrasi pada embusan napas (napas buang).

Awalnya, DR. Li merasakan keprihatinan yang mendalam melihat pasiennya bolak-balik datang. Buat Li, hal itu merupakan pemborosan dan menurunkan kredibilitasnya sebagai dokter. Lalu dengan mendalami kitab induk dari berbagai ilmu pengobatan tradisional Cina yang berusia 3000 tahun, Li mulai merumuskan zhen qi dan cara mempraktekkannya.

Kitab Kaisar Kuning sebagai kitab induk mengajarkan bahwa panjang umur dengan kualitas tubuh yang sehat itu penting. Namun untuk merumuskan kitab yang disebut yellow emperor ini, selain bahasanya sangat kuno, sistematikanya juga tidak bagus, bahkan para ahlipun belum tentu paham dengan tulisan yang tersuguhkan, akhirnya DR. Li berhasil dapat merumuskan dan menemukan cara mempraktekkan zhen qi (bernapas yang benar).

Zhen Qi Sirkulasi mengajarkan bahwa pernapasan dalam itu sangat penting, akan tetapi justru kita tidak pernah melakukannya. Kita terbiasa menggunakan pernapasan luar yang berlangsung antara 16-20 kali per menit. Menurut isi Kitab Kaisar Kuning, zhen qi akan efektif bila kita melakukan pernapasan dalam yang berlangsung antara 9-10 kali per menit. Hitungan 9-10 kali per menit menunjukkan kita diharapkan bisa bernapas dalam dan lambat.

Sebenarnya pernapasan dalam yang dimaksud adalah konsentrasi pada saat kita menghembuskan napas (napas buang). Kita tidak perlu berupaya supaya napas kita panjang dan lama. Bernapas normal saja serta rileks. Lama-lama setelah kita rileks, pernapasan kita akan berlangsung seperti saat kita tidur, dan itu terasa nyaman sekali.

Menurut DR. Li dalam bukunya "Treatise on Zhen Zhen-Qi Circulation" yang dicetak masih dalam bahasa Mandarin, konsentrasi pada embusan napas ini memiliki arti sangat penting. Saat kita menghembuskan napas, saraf parasimpatik akan bekerja dan saraf simpatik terhalangi. Akibatnya, tubuh menjadi rileks. Saat rileks, dengan sendirinya tekanan darah menurun dan segala nyeri akan hilang.

Saat kita menghembuskan napas, oksigen menjadi sebuah kristal energi. Tidak heran bila kita melihat peragaan bela diri karate, silat, maupun kung-fu; saat memukul entah itu benda keras atau lawan, kebanyakan dari mereka mengeluarkan napas lewat teriakan.

Selain beberapa hal itu, hembusan napas menyebabkan energi di jantung turun ke ulu hati, membuat sistem pencernaan bekerja sempurna. Lalu turun ke dan tian bawah (pusat energi di bawah pusar).

Sembari mencapai pernapasan ideal ini, kita diajari menggerakkan zhen qi supaya membuka 8 meridian yang kita miliki, yaitu yang qiao, yin qiao, yang wei, yin wei, chong, dai, ren, dan du. Namun dalam prakteknya, kita hanya berkonsentrasi supaya zhen qi membuka 2 meridian utama, yakni ren dan du/tu.

Setelah 2 meridian utama atau gerbang energi terbuka, dengan mengatur supaya zhen qi melewati jalurnya, ke 6 meridian lainnya secara otomatis akan terbuka. Jalur energi pun menjadi lancar. Selanjutnya berakibat 12 meridian umum lainnya juga ikut terbuka, sehingga efeknya seluruh tubuh akan sehat karena seluruh jalur energi atau meridian tidak terhambat. Sakit itu adalah gejala adanya jalur meridian yang tertutup sehingga energi zhen qi tidak berjalan lancar.

Latihan Meditasi Zhen Qi Sirkulasi dikatakan berhasil bila kita mampu membawa zhen qi kembali ke dan tian bawah. Pada dasarnya ada 5 tahap latihan. Pertama, konsentrasikan zhen qi di dan tian tengah (ulu hati). Kedua, turunkan zhen qi ke dan tian bawah (tiga jari di bawah pusar). Ketiga, konsentrasi pada dan tian bawah. Keempat, konsentrasikan zhen qi untuk dibawa memutar menuju meridian du dan berhenti di dan tian atas (di antara alis mata). Kelima, konsentrasikan zhen qi untuk dibawa ke dan tian bawah lagi.

Pemusatan pikiran berlangsung bersamaan, yakni saat menghembuskan napas dan menggerakkan zhen qi. Setelah berhasil membuka jalur meridian, biasanya saat latihan kita hanya akan konsentrasi di dan tian bawah.

Teknik pelatihan Meditasi Zhen Qi ini berlaku untuk semua umur. Walaupun sangat sederhana, namun efek latihan ini luar biasa. Setelah jalur meridian terbuka, tubuh akan terasa segar, sehat, dan tidak mudah sakit.

Teori dan Pelatihan Zhen Qi Sirkulasi ini telah diuji coba oleh DR. Li Shao Bo di Lanzhou Chinese Medicine Hospital, tempat prakteknya sejak usia 30 tahun hingga saat ini. Banyak penyakit kronis tersembuhkan, misalnya: stroke, kanker, tumor, gangguan lambung, maag, jantung koroner, hepatitis, gagal ginjal, diabetes, ashma, darah tinggi, rematik, saraf terjepit, penglihatan menurun, penyembuhan pasca operasi, ketergantungan obat tidur, alergi, stress, dan masih banyak lagi.

Dibutuhkan waktu tersendiri dan ketekunan untuk berlatih sampai zhen qi bisa menembus jalur meridian ren dan du. Untuk dapat 'dung' atau tembus dibutuhkan waktu satu bulan latihan. Namun ada anak kecil yang hanya butuh waktu beberapa hari saja sudah langsung bisa tembus. Mungkin anak kecil belum banyak pikiran sehingga mudah berkonsentrasi.

Proses pencapaian hingga menembus jalur ren dan du memang beraneka ragam, tergantung kondisi fisik masing-masing orang. Ada yang bisa melakukannya dalam waktu seminggu, ada pula yang butuh waktu satu bulan, bahkan ada yang berbulan-bulan. Yang membuat lama biasanya karena orang sulit mengendalikan pikiran, atau penyakit yang begitu banyak dan beragam, atau kurang tekun berlatih. Untuk pemula sebaiknya berlatih minimal 4 jam sehari.

PROSES PELATIHAN MEDITASI ZHEN QI SIRKULASI 5 TAHAP

1. Anda boleh duduk di kursi atau berdiri. Usahakan mencari posisi yang nyaman dengan punggung tegak, yang memungkinkan peredaran darah lancar. Lebih baik tidak bersila atau berlutut. Anda boleh berbaring, tetapi jangan terlentang, melainkan berbaring menyamping. Lebih baik menyamping ke kanan, tangan kanan letakkan di depan kepala (pelipis kanan) dan tangan kiri menutupi bagian bawah pusar. Area dan tian mesti ditutup supaya aman dari energi luar tubuh.

2. Buatlah seluruh tubuh anda rileks. Telapak tangan dalam posisi menelungkup. Bernapaslah seperti biasa. Tekuk lidah ke langit-langit di rongga mulut, supaya jalur meridian du dan ren tersambung. Mulailah dengan menarik napas lewat hidung, keluarkan lewat hidung. Jangan sengaja membuat panjang atau lama, karena proses ini akan anda capai dengan sendirinya.

3. Pusatkan perhatian (konsentrasi) setiap kali menghembus napas. Setelah beberapa detik perhatian dipusatkan pada dan tian tengah di ulu hati, setiap kali menghembuskan napas. Rasakan sensasi yang ada. Beberapa macam sensasi yang berlainan antara orang yang satu dengan yang lain biasa terjadi. Ada yang merasa hangat, dingin, tertekan, atau ada sesuatu seperti angin berputar di ulu hati. Itulah zhen qi yang dimaksud.

4. Bawalah zhen qi turun ke bawah, tiga jari di bawah pusar (dan tian bawah) dan konsentrasikan di bagian itu. Proses menurunkan zhen qi untuk setiap orang berbeda. Ada yang mudah, ada yang sulit. Ada yang turun, naik, turun lagi. Ada yang turun terus sampai ke kaki. Biarkan saja dan ikuti alirannya. Ada yang bisa sekali latihan, ada yang butuh beberapa kali latihan. Biasanya pada tahap ini ada beragam sensasi yang muncul. Yang terutama adalah angin kentut, karena banyak gas yang bergerak di sistem pencernaan. Kalau sudah demikian, keluarkan saja. Itu artinya zhen qi mulai memperbaiki fungsi pencernaan.

Sensasi lain yang biasa terasa antara lain rasa sakit atau gatal, terutama yang pernah menjalani operasi di perut. Ini pertanda zhen qi sedang membuka meridian yang putus akibat operasi.

Setelah latihan pada tahap ini biasanya orang sering buang air besar. Ini karena zhen qi mendorong kuat kotoran yang ada di pencernaan supaya bersih. Buang air bisa berlangsung 3-5 kali sehari. Bahkan ada yang lebih 10 kali atau belasan kali sehari. Ini adalah gejala yang normal. Biasanya gejala ini akan berlangsung dalam waktu satu sampai dua hari. Warna tinja juga akan beragam. Ada yang hijau, gelap, cokelat sekali. Itu merupakan gejala yang wajar. Anda tidak perlu ke dokter bila mengalami hal ini.

5. Latihan diteruskan dengan membawa zhen qi ke bagian belakang tubuh sepanjang meridian du, berhenti di dan tian atas (di antara alis mata). Proses tahap ini biasanya lebih sulit. Butuh waktu lama untuk kebanyakan orang.

Perjalanan zhen qi tergantung kondisi masing-masing orang. Bila ada bagian tubuh yang bermasalah, akan terasa sakit sepanjang jalur meredian yang dilewati dan perjalanan akan lambat. Sensasi gatal, panas, rasa seperti digigit semut, dan lain-lain akan terasa. Zhen qi bisa berjalan lancar, bisa bolak-balik. Bila zhen qi melewati meredian di area organ reproduksi, orang bisa bersemangat, vitalitas semakin tinggi, bahkan bisa jadi gairah seksual meningkat. Itu efek yang wajar.

Yang paling sulit bila zhen qi sudah mencapai leher dan mau menembus ke atas kepala. Terkadang proses ini disertai rasa sakit. Ini terjadi karena di bagian leher, sendi-sendi tulang leher begitu padat dan kuat, akibat menyangga kepala yang berbeban berat. Namun kalau sudah menembus leher dan naik ke kepala, sensasi hangat dan dingin akan terasa. Bahkan bisa terasa seperti cahaya melintas di atas kepala.

6. Setelah semua sensasi terasa, teruskan membawa zhen qi turun ke dan tian bawah lagi. Proses dan sensasi yang mirip akan anda temui seperti pada awal latihan, tetapi biasanya tidak sedahsyat yang pertama. Ini karena jalur energi sudah terbuka. Biasanya proses ini akan lebih mudah. Konsentrasikan zhen qi di dan tian bawah, biasanya akan dilakukan terus menerus bila anda sudah menembus jalur ren dan du. Anda tidak perlu latihan memutar jalur ren dan du tiap kali latihan. Dengan sendirinya, lama kelamaan energi akan semakin membesar di dan tian bawah dan mempengaruhi keseluruhan meridian. Ini berakibat positif, anda akan sehat dan panjang umur. Bila sudah sering latihan, biasanya zhen qi justru akan bergerak sendiri membersihkan jalur-jalur meridian dan menyeimbangkan energi tubuh anda.

7. Ingat, untuk bisa menembus zhen qi dari meridian ren ke du butuh latihan yang tekun. Paling tidak setiap hari dibutuhkan waktu empat jam. Bisa dipecah-pecah waktunya, minimal 20 menit untuk setiap kali latihan. Pada awal penemuan teknik ini, DR. Li Shao Bo malah meminta murid-muridnya latihan sampai berjam-jam sehari. Bisa anda lakukan setelah mandi pagi, sebelum sarapan, dan berangkat kerja. Selanjutnya latihan bisa dilakukan siang hari saat istirahat dan sore sepulang kerja. Malam hari sebelum tidur, baik juga bila berlatih lagi.

8. Yang jelas saat latihan anda harus dalam keadaan rileks dan tenang. Jangan terburu-buru. Nikmati seluruh proses dengan gembira dan tanpa tekanan. Buatlah kegelisahan, kecemasan, kesedihan, atau apa saja akrab dengan anda dengan menyadari dan menikmatinya. Dengan sendirinya semua akan hilang.

9. Bila ada obat dokter atau ramuan tertentu yang mesti diminum, minum saja. Makanan apapun tidak perlu dipantang, kecuali untuk mereka yang mengidap penyakit tertentu. Seiring perkembangan latihan, anda akan melihat hasilnya. Latihan ini tidak memiliki efek samping yang membahayakan tubuh. Justru sebaliknya, yang terjadi adalah efek penyembuhan.

10. Yang penting, anda butuh pembimbing untuk menjalani proses ini. Bisa juga anda melakukannya bersama teman dalam satu kelompok. Ini akan membantu proses, karena bisa saling menceritakan hasilnya. Masing-masing orang akan dikuatkan satu sama lain.


Deja Vu



Sebenarnya apa sih difinisi sebenarnya dari Deja Vu yang belakang ini semakin marak diperbincangkan dilapisan masyarakat Indonesia maupun Internasional itu?

Dari beberapa sumber yang pernah aq baca,Deja Vu sendiri sebenarnya ngga' banyak beda jauh dari difinisi Clairvoyance.
Clairvoyance sendiri dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan supernormal yang dimiliki oleh suatu individu, dimana dengan kekuatan pikirannya tersebut dia seakan-akan dapat melihat kejadian masa depan yang akan terjadi/dialami pada dirinya maupun pada orang lain.Bahkan kemampuan Clairvoyance dapat juga untuk melihat situasi-situasi pada kejadian dimasa silam.
Biasanya,orang-orang yang memiliki penguasaan clairvoyance dengan baik,akan mudah meramalkan beberapa kejadian-kejadian yang akan terjadi dimasa yang akan datang.Misalnya gambaran-gambaran mengenai kecelakaan-kecelakaan buruk yang akan menimpa dirinya dimasa depan.
Hebatnya dari orang-orang yang menguasai Clairvoyance dengan baik,misalnya kita menyodorkan dia dengan suatu benda,maka dengan konsentrasi sedikit,dalam waktu singkat diapun dapat menceritakan sejarah dari benda tersebut,baik siapa pemiliknya,kapan benda itu diciptakan,dst.

Nah,istilah Deja Vu sendiri juga merupakan suatu kekuatan supernormal yang dimiliki seseorang sehingga dia mampu untuk melihat gambaran-gambaran/menerawang peristiwa yang akan terjadi di masa depan maupun masa silam.mirip kan sama Clairvoyance..
Tapi istilah Deja Vu sendiri banyak digunakan pada seni pernapasan/meditasi Yoga.
Jika seseorang sudah berada pada tahapan ini,dan telah mengalami suatu pengalaman,maka dalam pikirannya nampaknya pengalamannya tersebut serasa familiar bagi dirinya.Serasa pernah kejadian gitu.
Biasanya gambaran-gambaran akan kejadian-kejadian ini muncul apabila kita sedang bengong ataupun sedang tidur,mirip sebuah mimpi.
Anehnya,pada waktu kita benar-benar sedang mengalami kejadian tersebut di alam nyata,seakan-akan kita teringat kembali pada gambaran moment-moment yang kita impikan sebelumnya.
Dimana moment-moment tersebut serasa tergambar sangat kompleks,bentuk audio dan visualnya dapat kita rasakan dengan pasti.
Sehingga pengalaman yang sedang kita alami di alam nyata , sudah bisa kita tebak endingnya,dan pasti dalam hati kita akan mengatakan "kayaknya pernah kejadian nih sebelumnya,tapi kapan ya?".

Biasanya setiap orang pasti telah mengalami hal-hal seperti itu,hanya saja kadar-nya berbeda-beda.

Misalnya teman-teman kan sedang jalan-jalan nih,trus dijalan ngeliat warung mie Jakarta misalnya,karena tergiur jadi pengen beli.Tapi,karena duitnya mungkin nggak cukup atau ada alasan lainnya,maka ngga jadi beli.
Nah sesampainya dirumah,ternyata dimeja makan malah sudah ada semangkuk mie Jakarta telah tersaji khusus buat kita.ternyata tadi Nyak yang beliin waktu pulang dari kondangan misalnya.jadi perasaan keki akibat ngga' jadi beli mie dijalan sirna seketika itu juga.Nah,itu juga termasuk Dja Vu loh,hanya saja kadarnya masih rendah.

Yang rada-rada gokil biasanya dialami para maniak-maniak togel,ketika didalam kelelapan tidurnya,tiba-tiba dia mimpiin sebuah nomor cantik,walhasil,ketika udah bangun dari tidurnya,tu nomor yang dia mimpiin dipasang buat masang nomor togel,dan uniknya dia benar-benar memenangkan nomor yang keluar pada keesokan harinya alias nomornya tembus.Tapi ini juga kadarnya masih rendah.Sebenarnya masih banyak contoh lainnya,seperti mimpiin seseorang,tiba2 keesokan harinya tu orang meninggal dunia,dll.

Lalu yang tinggian kaya apa Dip?
Yang tinggian contohnya ya kemampuan Clirvoyance-nya si Nostradamus yang paling ngetop klo di Dunia,klo di Indo yang paling ngetop tuh Clairvoyance Jayabaya,Raja kerajaan Kediri.
Tapi,ahir-ahir ini,yang ngetop malah ramalan-ramalannya si Mama Louren yang sering nongol di tipi-tipi swasta,biasanya dia sering ngeramal artis yang suka kawin cerai gitu.
Masih sempet ingat sama Ramalannya Mama Louren di ahir tahun 2006 lalu,ketika dia nongol disalah satu stasiun TV swasta,dia sempat meramalkan kejadian di tahun 2007 nanti, katanya pada thn 2007 ada salah satu penyanyi Indonesia yang meninggal dunia tapi dia nggak mau nyebutin namanya dengan alasan kasian.ternyata bener tuh,Om Crisye wafat di tahun 2007.innalilahi wainnalillahi roji'un.
Waktu beberapa bulan yang lalu,dia juga sempat meramalkan bahwa setengah dari pulau Jawa nih akan tenggelam,pertama kali denger mungkin rada surprais juga,tapi ramalan ya tetap ramalan,kita ngga' boleh harus mempercayainya begitu saja.
Bagaimanapun juga Allah SWT lah yang berkuasa sepenuhnya,apabila Allah sudah mengatakan terjadi maka terjadilah.

Biasanya orang-orang yang memiliki kekuatan Supernormal, sangat peka terhadap penerimaan energi-energi dari luar.Jika seandainya dia mempunyai gambaran akan hal buruk yang akan menimpanya dimasa depan,maka dengan sesegera mungkin menghindarinya sebelum benar-benar kejadian,seperti misalnya kecelakaan kendaraan,dll,kecuali kematian.

Lalu bagaimana melatih kepekaan Clairvoyance atau De Javu yang terdapat pada diri kita?

Sebenarnya,bagi yang sudah berbakat dan sudah ditakdirkan,tanpa belajarpun kepekaan Calirvoyance/De Javu sudah muncul dengan sendirinya.Misalnya pada bocah-bocah Indigo seperti si Mama Louren.Sudah jadi bakat alam nampaknya.

Tapi bagi manusia normal yang terlahir bukan sebagai Indigo juga bisa dilatih kok kepekaan Clairvoyancenya,misalnya dengan berlatih pernapasan dan konsentrasi (istilah umumnya meditasi).
Sewaktu mulai ikutan pelatihan Tenaga Dalam singkat di Bioenergi Center Jogja tahun 2006 kemarin (waktu itu aq masih kls 3 SMU).
Salah satu koordinatornya,yaitu DR.HM.Syaiful M Maghsri,Beliau sempat menuturkan,bahwa latihan meditasi yang baik adalah dengan melakukan pernapasan segitiga.Artinya kita menghirup udara dalam 10 hitungan,lalu menahannya 10 hitungan lagi,kemudian mengeluarkan dalam 10 hitungan,semanya dalam tempo hitungan yang seirama.Tentunya dengan konsentrasi dimata ketiga,yaitu sebuah titik diantara kedua mata kita.Klo yang mau tinggian dikit,belajar pernapasan Rajawali,dll.

Jika itu kita lakukan setiap hari sekitar 10 menit,maka kemampuan mata batin bisa terasah.
Pada Seni Pernapasan Yoga,banyak wanita yang sedang hamil,para lansia,dan orang yang mengalami tekanan batin berlatih meditasi dengan cara ini.
Selain baik untuk kesehatan,berlatih meditasi juga sebagai penghilang rasa was-was,ketakutan,trauma,dll.

Yuk,test kepekaan De Javu kalian

Menurut seorang psikolog kondang Amerika, Dokter Alfred W Munzert,dengan menjawab serangkaian test berikut ini,Anda akan mengetahui seberapa besarnya potensi De Javu dan Clairvoyance (kekuatan supernormal) yang anda miliki.

Nilai : Semakin banyak anda menjawab "ya" maka kepekaan supernormal kalian semakin besar,ataupun sebaliknya.Selamat mencoba :)

(a) Suatu saat,anda merasa,bahwa apa yang telah terjadi telah anda alami sebelumnya! Sehingga anda bertanya dalam hati, rasanya peristiwa ini pernah saya alami,tapi kapan?".

(b) Anda pernah bermimpi,tenyata mimpi itu menjadi kenyataan?

(c) Pernahkah anda mengalami mimpi yang "benar-benar realistik?" Segala yang ada pada mimpi itu, orangnya,benda-bendanya,gerak-geriknya,seperti benar-benar hidup?

(d) Ketika mengunjungi suatu tempat,tiba-tiba anda merasa sudah melihat sebelumnya.Padahal anda baru tiba untuk pertama kalinya ketempat tersebut?

(e) Anda sering sudah tahu apa yang akan dikatakan seseorang sebelum dia berbicara?

(f) Seringkali anda merasakan kehadiran "sesuatu" yang tak terlihat namun terasa "ada"?

(g) Anda sering merasa tahu akan kedatangan seorang tamu,padahal si tamu belum tiba?

(h) Apakah anda sering mengambil tindakan berdasarkan intuisi?

(i) Ketika telpon berdering,dan ada orang lain yang telah mengangkat gagang telpon,anda tahu pasti bahwa telpon itu untuk anda?

(j) Pernahkah anda melihat cahaya-cahaya aneh sewaktu-waktu,misalnya cahaya seperti kilat yang putih cemerlang?

(k) Seringkah anda melihat ada kilasan gerak disekeliling anda,padahal setelah ditengok tak ada "apa-apa?"

(l) Ketika anda teringat seseorang,tak lama kemudian orang yang anda ingat tersebut benar-benar muncul?

(m) Apakah anda merasa dapat melihat cahaya-cahaya (aura) pada wajah seseorang?Misalnya cahaya cahaya cemerlang pada orang-orang tertentu?

(n) Anda masih ingat pada pengalaman ketika masih berusia 2-3 tahun?

(o) Suatu ketika anda bermimpi melihat seseorang.Keesokan harinya anda bertemu orang tersebut dalam mimpi?

(p) Anda sering menguasai pengetahuan/keterampilan padahal anda tidak pernah sama sekali mempelajarinya?

(q) Ada suatu pengalaman bahwa "perasaan anda tiba-tiba tidak enak ". Beberpa hari kemudian ternyata memang terjadi hal yang tidak menggembirakan?

(r) Anda pernah merasa "keluar" dari tubuh?

(s) Anda sering terbayang wajah seseorang,kemudian orang tsb muncul?

Arti Meditasi

Meditasi
Istilah meditasi sering diartikan sebagai ajaran agama Hindu atau hanya boleh dilakukan oleh orang lanjut usia yang sudah tidak memikirkan masalah duniawi atau hanya diperuntukkan buat mereka yang sudah tenang. Sehingga tidak dibenarkan kalau ada anak kecil belajar meditasi karena dapat menimbulkan kegoncangan jiwa. Meditasi seolah-olah hanya boleh dilakukan oleh orang-orang tertentu saja.

Meditasi adalah suatu proses pemusatan perhatian yang menyebar menjadi satu perhatian yang dilakukan secara sadar. Proses ini berjalan bertahap sesuai dengan keteraturan latihan yang dilakukan.

Proses ini berlanjut salam kehidupan sehari-hari. Sama seperti seorang anak yang baru belajar berjalan, keinginan mencoba itu datang dari dirinya sendiri. Pengalaman yang diperolehnya merangsang ia untuk terus mencoba terus dan tanpa disadari tiba-tiba ia mampu berjalan dengan baik. Pada saat anak itu mencoba belajar berjalan, pada dirinya tidak ada pemahaman terhadap teori bagaimana seharusnya berjalan itu, tetapi ada suatu dorongan dalam dirinya untuk mencoba sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang lain yang lebih dewasa dari darinya.

Hidup adalah perjuangan tanpa terikat dengan hasilnya. Apapun yang telah terjadi dalam hidup ini hendakanya dapat diterima dan disyukuri, karena semua itu pasti ada manfaatnya dalam perjalanan hidup selanjutnya di dunia ini. Perasaan seperti ini akan menimbulkan keinginan untuk menikmati hidup ini dari segi baiknya, dan akhirnya terasa bahwa hidup ini menyenangkan, menyenangkan untuk mencoba dan menyenangkan untuk dinikmati.

Pada dasarnya, ada dua cara untuk melakukan meditasi :

Pertama : yang disebut meditasi konsentrasi yakni memusatkan satu keadaan (terutama melihat dan mendengar) pada suatu obyek tertentu.

Kedua : yang disebut dengan meditasi merasakan (mindfulness) yaitu mencoba menyadari keadaan secara menyeluruh dengan merasakan proses keadaan itu.

Kedua tehnik itu berbeda dalam mencapai perubahan kesadaran (altered state of consciousness), namun keduanya mempunyai tujuan sama, yakni membawa seseorang menghayati fisik dan mental pada ringkat kesadaran yang berbeda dari biasanya.

Pada meditasi konsentrasi, pikiran, perasaan dan kemauan cenderung dipusatkan menuju ke subordinasi menetap tertentu. Perhatian dipusatkan dengan membatasi perhatian hanya pada satu rangsangan yang datang berulang, seperti kata, suara, doa, ungkapan, pernafasan, atau obyek visual. Pada saat yang sama sikap pasif dipertahankan. Aktivitas mental lainnya dirasakan sebagai gangguan dari obyek konsentrasi. Jika pada saat itu pikiran menyimpang, meditator secara pasif mengabaikan gangguan dan kemudian tiba-tiba ia menyadari gangguan itu, maka pemusatan perhatian diulang kembali pada rangsangan meditative. Jika mampu mengembangakn meditasi, maka peningkatan perasaan terjadi, yaitu dari relaksasi meningkat kedalam perubahan emosional dan kognitif yang jelas. Keadaan ini disebut sebagai kesadaran berubah (altered states of consciousness).

Ada berbagai cara dalam mengalihkan perhatian menjadi satu perhatian. Cara yang dilakukan tergantung dari aliran meditasi yang dianut. Ada yang memusatkan pada nyala lilin, potret gurunya, pada pengaturan nafas, menghitung, mengucapkan mantra atau ada yang memusatkan pada gerakan-gerakan tubuh. Pemusatan pada satu obyek sangat berguna untuk melatih seseorang memikirkan sesuatu dengan penuh perhatian, untuk menyelami lebih dalam sutu masalah dan untuk menyeimbangkan kondisi tubuh. Dengan memusatkan pada satu obyek, tubuh akan mengatur dirinya sendiri.

Tubuh yang aktif berfungsi oleh keadaan yang seharusnya ia berfuingsi maksimal, dan tubuh akan terlatih untuk memaksimalkan hasil yang diperoleh dengan pengeluaran tenaga yang seminimal mungkin. Tubuh membiarkan proses regulasi secara otomatis.

Sedangkan pada meditasi merasakan proses (mindfulness), orang itu merasakan jalannya kerja pikiran, perasaan dan kemauan merasakan proses energi dalam tubuh, atau merasakan proses penyatuan energi dari luar tubuh dan dari dalam tubuhnya. Cara meditasi ini bertujuan melatih kemampuan orang dalam memusatkan perhatian pada proses yang sedang berlangsung, karena dalam kenyataannya kehidupan ini terus berjalan. Hidup ini tidak statis, tetapi dinamis, ia bergerak dan berubah setiap saat. Oleh karena itu, dalam memahami kehidupan diperlkukan latihan untuk memusatkan perhatian pada beberapa obyek tanpa mengubah kemampuan pemusatan ini. Di luar dirinya, semua obyek bergerak dan di dalam dirinya semua energi juga bergerak. Meditasi dengan menggunakan kedua cara diatas, adalah untuk melatih memusatkan perhatian dengan merasakan energi yang ada dan gerakan energi yang ada di luar dirinya tanpa menggangu gerakan energi-energi ini.

MENGAPA MEDITASI

Cara Bermeditasi - Mengapa Bermeditasi. Dalam dunia ini, apakah yang dicari oleh kebanyakan orang dalam hidupnya? Sebenarnya, mereka ingin mencari ketenangan batin dan keselarasan hidup. Tidak sedikit di antara mereka berusaha mencarinya, walau mungkin mereka tidak mengetahui dengan jelas apa yang hendak dicarinya, atau mungkin cara mendapatkannya.

Mereka sering merasa bingung, merasa banyak menjumpai kekacauan dan kekalutan batin. Mereka diserang oleh bermacam-macam perasaan yang tidak memuaskan atau yang kurang menyenangkan hatinya. Secara singkat mereka ini tidak mendapatkan ketenangan dan kesejahteraan dalam batinnya.

Kebanyakan mereka ini kemudian menempuh cara yang salah untuk mendapatkan ketenangan batin dan keselarasan hidup ini. Mereka cenderung melihat dan mencari di luar dirinya sendiri. Akibatnya, dunia ini merupakan sumber semua kegelisahan.

Mereka mencari penyelesaian persoalannya dalam keluarganya, di dalam pekerjaannya, atau di dalam pergaulan dan sebagainya. Mereka beranggapan kalau dapat mengubah keadaan sekelilingnya, mereka akan menjadi tenang dan bahagia.

Sekarang sudah banyak dijumpai orang yang telah menyadari kenyataan dan berpaling, yaitu menunjukkan perhatiannya kepada sumber yang sebenarnya dari kebahagiaan dan kegelisahan, ialah PIKIRANNYA SENDIRI. Menunjukkan perhatian ke dalam diri sendiri, dalam pikirannya sendiri, inilah yang dinamakan dengan meditasi.

Dewasa ini meditasi telah banyak dipraktekkan oleh orang-orang dari berbagai bangsa dan agama. Mengapa demikian?

Karena kerja pikiran itu tanpa memakai corak bangsa atau agama tertentu. Jadi tugas meditasi adalah untuk mengerti atau menghayati sifat pikiran di dalam kehidupan sehari-hari. Pikiran adalah kunci kebahagiaan, sebaliknya juga merupakan sumber penderitaan/malapetaka.

Untuk mengetahui dan mengerti perihal pikiran dan menggunakannya dengan seksama tidaklah hubungannya dengan agama. Jadi meditasi dapat dilaksanakan oleh setiap orang tanpa menghiraukan corak agamanya.

Sungguh banyak yang dapat dikerjakan oleh setiap orang untuk mendapatkan kesenangan duniawi dalam lingkungan yang penuh dengan kesibukan dan kekacauan ini. Jika memang benar demikian halnya…., mengapa kita harus bermeditasi? Apakah gunanya kita membuang waktu untuk duduk diam bersila dengan bermalasan?

Sesungguhnya apabila Anda dapat melaksanakan meditasi dengan cara yang benar, maka meditasi akan dapat memberikan banyak manfaat untuk diri sendiri:

Berapa manfaat yang bisa Anda rasakan langsung adalah:

Bila Anda seorang pedagang yang selalu sibuk, meditasi menolong membebaskan diri Anda dari ketegangan sehingga Anda menjadi relaks.

Kalau Anda sering berada dalam kebingungan, meditasi akan menolong menenangkan diri Anda dari kebingungan dan meditasi membantu Anda untuk mendapatkan ketenangan yang bersifat sementara maupun permanent.

Bila Anda mempunyai banyak persoalan yang seolah-olah tidak putus-putusnya, meditasi dapat menolong Anda untuk menimbulkan ketabahan dan keberanian serta mengembangkan kekuatan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Bila Anda tergolong orang yang kurang mempunyai kepercayaan pada diri sendiri, meditasi dapat menolong Anda untuk mendapatkan kepercayaan terhadap diri sendiri yang sangat dibutuhkan. Memiliki kepercayaan terhadap diri sendiri adalah kunci rahasia kesuksesan Anda.

Kalau Anda mempunyai rasa ketakutan dan keraguan, meditasi dapat menolong Anda untuk mendapatkan pengertian yang benar terhadap keadaan yang menyebabkan ketakutan itu, dengan demikian, Anda dapat mengatasi rasa takut tersebut.

Jika Anda selalu merasa tidak puas terhadap segala sesuatu dalam kehidupan ini atau yang berada dalam lingkungan Anda, meditasi akan memberi Anda perubahan dan perkembangan pola piker sehingga menumbuhkan rasa puas dalam batin Anda.

Jika Anda ragu-ragu dan tidak tertarik terhadap agama, meditasi akan dapat menolong Anda mengatasi keragu-raguan itu sehingga Anda dapat melihat nilai-nilai praktis dalam bimbingan agama.

Jika pikiran Anda kacau dan putus asa karena kurang mengerti sifat kehidupan dan keadaan dunia ini, meditasi akan dapat membimbing dan menambah pengertian Anda bahwa pikiran kacau itu sebenarnya tidak ada gunanya.

Kalau Anda seorang pelajar, meditasi dapat menolong menimbulkan dan menguatkan daya ingat Anda sehingga Anda belajar akan lebih seksama dan berguna.

Kalau Anda seorang yang kaya, meditasi dapat menolong Anda untuk melihat sifat kekayaan dan mampu menggunakannya dengan sewajarnya, untuk kebahagiaan Anda sendiri maupun kebahagiaan orang lain.

Jika Anda seorang yang miskin, meditasi dapat menolong Anda agar memiliki kepuasan dan ketenangan batin. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari keinginan untuk melampiaskan rasa iri hati Anda kepada orang lain yang lebih mampu atau yang lebih berada daripada Anda.

Kalau Anda seorang pemuda yang kebingungan sehingga tidak mampu menentukan jalan hidup ini, meditasi dapat menolong Anda untuk mendapatkan pengertian tentang kehidupan sehingga Anda dapat menempuh salah satu jalan yang benar untuk mencapai tujuan hidup Anda.

Kalau Anda seorang yang telah lanjut usia dna merasa bosan terhadap kehidupan ini, meditasi akan menolong Anda untuk mengerti secara mendalam mengenai hakekat kehidupan ini sehingga timbullah semangat hidup Anda.

Kalau Anda seorang pemarah, dengan bermeditasi Anda dapat mengembangkan kekuatan kemauan untuk mengendalikan kemarahan, kebencian, rasa dendam dsb.

Kalau Anda seorang yang bersifat iri hati, dengan meditasi Anda akan menyadari bahaya yang timbul dari sifat iri hati itu.

Jika Anda seorang yang selalu diperbudak oleh kemelekatan panca inderia, meditasi dapat menolong Anda mengatasi nafsu dan keinginan tersebut.

Kalau Anda seorang yang selalu ketagihan minuman keras / sesuatu yang memabukkan, dengan bermeditasi Anda dapat menyadari dan melihat cara mengatasi kebiasaan yang berbahaya itu. Kebiasaan yang memperbudak dan mengikat Anda.

Kalau Anda seorang yang pintar ataupun tidak, meditasi memberi Anda kesempatan untuk mengenal diri sendiri dan mengembangkan pengetahuan yang sangat berguna bagi kesejahteraan sendiri, keluarga serta handai taulan.

Kalau Anda dengan sungguh-sungguh melaksanakan latihan meditasi ini, maka semua nafsu emosi Anda tidak mempunyai kesempatan untuk berkembang.

Kalau Anda seorang yang bijaksana, meditasi akan membawa Anda menuju ke kesadaran yang lebih tinggi dan mencapai “Penerangan Sempurna”, Anda akan melihat segala sesuatu menurut apa adanya (sewajarnya).

Inilah beberapa faedah praktis yang dapat dihasilkan dalam latihan meditasi. Faedah ini tidak dapat dijumpai atau ditemukan dalam buku, apalagi dapat dibeli di warung. Uang tidak dapat dipakai untuk mendapatkannya. Anda mendapatkannya sebagai hasil menjalankan latihan meditasi. Anda temukan dalam diri sendiri yaitu dalam PIKIRAN Anda.

CARA MEDITASI

Pemula seringkali mengalami kesulitan untuk mulai melakukan meditasi, tidak tahu harus dari mana dan bagaimana cara memulainya.Inti dari meditasi adalah “Kesadaran” dan terdapat banyak cara untuk mencapainya, namun perlu di ingat bahwa meditasi tidak dapat dilakukan melalui jalan pintas namun melalui sebuah proses penempaan diri yang panjang dan membutuhkan kontinuitas.Selama meditasi sangat penting untuk menjaga tubuh selalu dalam keadaan Rileks, tidak tegang. Biasanya ini diketahui dari bahu yang ter-angkat, turunkan bahu dan tarik napas serta jaga postur tubuh (punggung) untuk tetap tegak.Cara 1 : Sadari Postur Tubuh.

Sadari postur tubuh anda, pastikan pungung selalu tegak (tidak membungkuk) setiap saat dalam berbagai aktivitas, baik ketika berjalan, berdiri, maupun duduk. Bagi yang belum terbiasa dengan pungung tegak sedikit terasa berat diawal dan terasa pegal, ini adalah normal karena tulang punggung yang terlanjur membungkuk seperti di Strech kembali ke posisi yang seharusnya, namun setelah beberapa waktu dan terbiasa dengan pungung yang tegak, anda akan menyadari bahwa ternyata pungung tegak memberikan banyak keuntungan. Antara lain Postur tubuh yang baik, anda dapat menghindari sakit punggung akibat postur tubuh yang bengkok (terutama ketika semakin berumur), dalam berjalan / melakukan aktivitas dengan pungung tegak dapat memberikan kestabilan dalam posisi berdiri maupun melangkah, serta banyak hal lain. Bagi para praktisi Aikido dan umumnya praktisi Meditasi punggung tegak merupakan keharusan, karena postur tubuh yang baik selain membantu kestabilan juga membantu sirkulasi energi dan konsentrasi didalam tubuh.

Menyadari Postur Tubuh merupakan cara meditasi tahap awal yang sangat mudah dan dapat dilakukan dimana saja serta dapat dilakukan setiap saat.

Cara 2 : Meditasi Klasik.

Saya sebut meditasi klasik karena ini merupakan meditasi dengan teknik yang umum dilakukan, pertama cari tempat yang cukup tenang dan terbebas dari gangguan, lalu duduk dengan posisi “Padmasana” atau “Sidhasana”, mudahnya posisi duduk bersila ala “Buddha” atau duduk bersila biasa. Pastikan postur tubuh khususnya punggung dalam keadaan tegak tidak membungkuk namun tetap dalam kondisi rileks tidak tegang.

Untuk tangan ada beberapa versi; tangan terbuka diletakkan di depan perut / bawah pusar. Atau bisa juga masing-masing diatas dengkul dengan posisi jari telunjuk dan jari jempol bertemu sementara 3 jari lainnya terbuka.

Dalam melakukan konsentrasi juga terdapat beberapa versi, intinya sama tinggal pilih cara yang lebih nyaman bagi anda untuk diikuti.

MEDITASI ADALAH SEBUAH LATIHAN DALAM KEMATIAN

Dalam agama Hindu, kami mempunyai anggapan bahwa pada saat seorang anak dilahirkan, berarti ia telah mulai untuk mati. Menurut saya, ini adalah suatu kenyataan. Tidak berarti ia akan meninggal 60 tahun kemudian atau 100 tahun kemudian. Ia sudah memulai untuk meninggal. Hal ini seperti saat kamu memutar sebuah jam, maka jam tersebut telah memulai untuk istirahat.

Jadi kapankah kematian ? Kematian adalah saat kamu dilahirkan. Dengan efektif inilah kematian. Kelahiran adalah kematian. Tentu saja akan memerlukan waktu. Semuanya akan diambil. Tidak ada apa-apa lagi. Mungkin memerlukan waktu 60 tahum, mungkin 3 hari, mungkin 17 tahun, mungkin 124 tahun. Tetapi kematian telah terjadi. Pada saat kamu dilahirkan, kamu benar-benar telah mati. Tetapi kita berpikir inilah kehidupan. Sekarang menurut kebalikannya, pada saat saya mati, kehidupan saya dimulai. Itu yang saya takutkan, ini yang saya suka. Sekarang lihatlah betapa bodohnya pendapat ini.

Kita dilahirkan karena kita mempunyai samskara tertentu yang membuat perlu bagi kita untuk datang dan hidup lagi, dan belajar pelajaran yang kita harus pelajari lagi. Kesalahan-kesalahan yang kita telah perbuat di masa lampau pada jalan kita, jalan evolusioner kita, harus kita perbaiki.

Jadi dalam kehidupan ini ada sebuah tujuan, ketika kita tidak dapat belajar lagi, ketika kita sudah penuh seperti yang seharusnya. Sehingga jiwa dengan kebijaksanaannya yang tidak terbatas berkata, “Cukup, sekarang saya harus berubah”. Jiwa akan mengosongkan tubuh ini, dan jika harus kembali lagi untuk belajar pelajaran-pelajarannya, maka jiwa akan memilih lingkungan yang berikutnya, tubuh yang berikutnya, semua yang diperlukannya. Jadi inilah pilihan kita. Kita memilih berapa lama kita harus hidup, dimana kita harus hidup, pada siapa kita harus dilahirkan. Jiwalah yang memilih segalanya.

Tetapi apa yang terjadi ? Setelah kit dilahirkan, kembali dunia yang diberkati ini menguasai kita. Kembali keinginan-keinginan mulai tumbuh subur, godaan mulai muncul, dan pelajaran yang sudah dibuat menjadi hilang dan kita sekarang berada di jalan yang salah, sehingga pelajaran tentang kehidupan tidak dipelajari. Kehidupan kita menjadi sia-sia. Dengan demikian kematian kita menjadi sia-sia, karena kita mati hanya untuk hidup lagi. Kita mati agar kita dapat membangun untuk diri kita sendiri kesempatan baru untuk berkembang. Dan kesempatan itu kita sendiri yang merusaknya.

Jika kita berpikir tentang kematian dengan cara yang benar, kita harus mengatakan kepada diri kita sendiri, “Kita telah membuang-buang hidup kita, marilah kita jangan membuang-buang kematian kita”. Tahukah kamu ini harus menjadi pikiran kita yang terakhir. Karena apa yang tidak dapat saya capai dalam hidup, tentu saja dapat saya capai dalam kematian lagi, jika saya tahu apa yang saya lakukan. Oleh karena itu pada saat kematian, perlu untuk paling tidak ‘sadar akan tujuan dan mati’.

Untuk memastikan bahwa kita mempunyai pikiran yang benar pada saat pelepasan, semua hal inilah yang harus kita lakukan - Meditasi, Ingatan terus menerus, mengembangkan cinta untuk Master. Jadi jika kita telah menetapkannya sebagai kebenaran yang terus menerus dalam kehidupan kita, pikiran tersebut tidak dapat meninggalkan kita pada saat kita mati. Kita harus mati dengan pikiran dan kondisi ini.

Dan oleh karenanya tidak ada lagi pertanyaan mengenai dilahirkan kembali dan tidak diangkat. Agama Hindu berkata, bahkan jika kamu tidak mampu melakukan ini, tetapi pada akhir kehidupan kamu dan pada saat itu kamu mampu berpikir tentang Tuhan dalam bentuknya yang mutlak, yang mana tidak berbentuk, tidak ada lambang-lambang, keberadaannya tidak bernama, maka hal ini juga dimungkinkan terjadi.

Tahuka kamu bahwa kematian tidaklah ada. Jika saya melepaskan kemeja saya dan meletakkannya di keranjang baju, hal ini tidak berarti semua sudah mati. Tidak juga berarti saya telah mati. Kedua-duanya masih ada. Yang terjadi hanyalah mereka tidak bersama-sama. Kemeja ada di suatu tempat, saya ada di suatu tempat lain. Apa yang harus dikhawatirkan ? Apa yang harus ditakutkan ?

Selama kita takut untuk mati, kit tidak akan dilepaskan, tetapi kita akan terus dipenjara di dalam lingkaran kelahiran dan kematian yang mana sangat kita takutkan. Ini berarti seseorang yang takut untuk mati akan harus mati lagi dan mati lagi sampai dia kehilangan ketakutannya.

Setiap meditasi adalah sebuah pelatihan untuk mati. Karena saat kamu pergi sangat dalam, masuk ke dalam dirimu sendiri dan setelah itu kamu keluar dan berkata, “Saya sudah terserap. Saya tidak tahu dimana saya. Saya bahkan tidak tahu apakah saya sedang tidur atau sedang meditasi.” kamu sungguh -sungguh tidak di sana. Dalam arti kamu mati di dalam kehidupan ini. Oleh karena itu meditasi adalah latihan di dalam kematian. Dan jika kamu telah melakukan ini dengan benar, kita seharusnya menjadi tuan dari kematian, tuan atas tindakan kematian, seseorang dapat mati ketika dia menginginkannya, seseorang dapat mati ketika dia memilihnya, kembali lagi dan kembali lagi jika dia menginginkannya. Jadi kematiannya bukanlah benar-benar sebuah kematian.

“ITU yang tidak pernah terjadi, seharusnya tidak pernah ada : ITU yang hari ini harus ada dan akan pernah ada,” kata sebuah Upanishad kuno. Jiwa adalah abadi. Jiwa adalah bagian dari intisari yang suci, yang terakhir, yang nyata, yang bersifat keTuhanan.

Tuhan tidak dilahirkan, Dia tidak mati. Oleh karena itu saya tidak dilahirkan, saya tidak dapat mati. Semua yang saya lihat dan alami atas kelahiran dan kematian adalah problem saya yang dijatuhkan kepada saya dengan pengamatan saya, orang-orang dilahirkan dan orang-orang mati. Oleh karena itu saya berpikir saya dilahirkan dan saya akan mati. Kenyataannya adalah tubuh saya masuk ke dalam kehidupan dan akan berhenti. Saya ini abadi.

Satu-satunya cara untuk mengatasi kematian adalah

jatuh pada kakinya dan berkata,

Master, bawalah saya: sebelum kematian mengambil saya,

Engkau bawalah saya.”

MELIHAT DAN MEMBACA AURA

aura3.jpg

LATIHAN MENDORONG DAN MENARIK AURA

1.mintalah sahabat anda berdiri membelakangi anda

2.sambil berdiri kurang lebih satu meter dari punggung sahabat anda, angkatlah kedua tangan anda didepan anda seolah2 anda akan mendorongnya

3.perlahan2 rentangkanlengandan telapak tangan andaseolah2 anda mendorong dinding yang tidak tampak

4.setelah terentang, tariklah kembali tangan dan lengan anda seolah2 menarik kembali dinding yang tak tampak tadi

5.ulangi gerakan2 tadi kedepan-kebelakang

6.sewaktu melakukan gerakan2 ini mengakibatkan tubuh fisik dari sahabat anda mengayun kedepan dan kebelakang

7.sahabat anda membelakangi anda sehingga gerakan mendorong dan menarik itu tak mungkin terdeteksi dan dengan demikian mempengaruhi atau memberi isyarat kepada sahabat anda itu secara tidak sadar

8. terkadang ayunan sangat lemah jadi anda perlu orang ketiga yang duduk disamping anda

Latihan #1
Merasakan dan mengalami energi halus anda

1.mulailah dengan membuat diri anda nyaman dalam posisi duduk, melakukan relaksasi sebelum latihan akan membantu anda

2.gosok telapak2 tangan anda bersamaan dengan cepat kurang lebih 15-30 detik

3.rentangkanlah kedua tangan anda kurang lebih 30 sampai 50 cm didepan anda, telapak2nya saling berhadapan jagalah agar kedua tangan berjarak kurang lebih 70 cm

4.secara perlahan2 gerakan kedua tangan anda masing2 kearah yang berlawanan, dekatkan keduanya sedekat mungkin satu sama lainnya tanpa menyentuhkannya

5.tarikalah kembali perlahan2 hingga kurang lebih 15 cm jaraknya ulangilah gerakan lambat masuk dan keluar

6.sebenernya latihan ini sudah pernah ada di thread lain cuma gue lupa nama threadnya tapi ini juga bisa untuk merasakan energi halus

7.setelah anda melakukan latihan diatas singsingkanlah lengan baju anda peganglah tangan anda yang dominan kurang lebih 50 cm diatas lengan anda yang telanjang

8.dengan perlahan2 turunkan tangan anda menuju kelengan depan. perhatikanlah apa saja yang barangkali anda rasakan seberapa dekat anda sampai ke lengan anda itusebelum anda dapat merasakan energi darinya? ingat bahwa perasaan tersebut boleh jadi merupakan rasa tekanan,rasa panas,dingin,tebal, dan seterusnya

Latihan#2
Mengirimkan dan merasakan pola energi

1.buatlah diri anda senyaman mungkin

2.buatlah salah satu telapak tangan anda telentang keatas, tunjukanlah jari telunjuk tangan anda ke telapak tangan anda yang lagi telentang jari anda harus berjarak 7-15 cm dari telapak tangan

3.tarik napas pelan2,dalam,dan lembut sewaktu anda menarik dan menghembuskan nafas anda bayangkan energi anda menumpuk di ujung jari telunjuk anda

4.setelah beberapa menit pelan2 mulailah memutar jari telunjuk anda dalam sebuah lingkaran kecil bayangin itu sebagai aliran energi yang berspiral keluar dari telunjuk anda untuk meciptakan lingkaran energi yang menyentuh telapak tangan anda yang sedang telentang bayangin itu sebagai arus dari energi yang tadi dikumpulin

5. setelah itu perhatikan apa yang anda rasakan dalam telapak tangan anda persisi seperti latihan diatas tapi setiap masing2 orang berbeda yang dirasakan karena setiap orang mempunyai istilahnya identitas energi/aura maka yang dirasakan berbeda2

6.semakin anda melontarkan dan memfokuskan energi dengan kekuatan pikiran anda alias konsentrasi semakin kuat perasaan yang dirasakan tadi

7.setelah tadi pake telapak tangan sekarang coba pake lengan anda caranya sama yang kaya tadi

Latihan#3
Mendeteksi penerobosan Aura

1.luangkanlah beberapa saat untuk santai dan kemudian berdiri dengan punggung kearah dinding sementara mata anda tertutup

2.rekan anda harus berdiri diujung lain ruangan

3.idenya adalah agar rekan anda secara diam-diam dan perlahan melangkah maju sampai anda dapat merasakan dalam ruang aura anda,rekan anda tersebut melangkah satu langkah setiap kalinya, sambil berhenti setelah setiap langkah

4.tetaplah menutup mata anda dan rasakanlah ruangan itu dengan pikiran dan aura anda saja. boleh jadi anda ingin menyumbat telinga anda dengan kapas dan menggunak penutup mata agar tidak ada isyarat bunyi maupun visual perhatikanlah bagaimana rasanya ruangan itu sebelum anda mulai. amtilah setiapa perubahan yang anda rasakan atau anda alami

5.seberapa dekatkah rekan anda sampai kepada anda sebelum anda dapat merasakannya ? perasaan macam apakah yang anda alami? dapatkah anda merasakan kapan rekan anda itu bergerak mendekati anda tambahkanlah orang ketiga atau keempat. dapatkah anda merasakan energi2 mereka dengan lebih gampang?

6.ini merupakan latihan yang baik untuk bereksperimen dan bersenag2 juga jangan takut mengubahnya menyesuaikannya.