23 Februari 2009

Arti Meditasi

Meditasi
Istilah meditasi sering diartikan sebagai ajaran agama Hindu atau hanya boleh dilakukan oleh orang lanjut usia yang sudah tidak memikirkan masalah duniawi atau hanya diperuntukkan buat mereka yang sudah tenang. Sehingga tidak dibenarkan kalau ada anak kecil belajar meditasi karena dapat menimbulkan kegoncangan jiwa. Meditasi seolah-olah hanya boleh dilakukan oleh orang-orang tertentu saja.

Meditasi adalah suatu proses pemusatan perhatian yang menyebar menjadi satu perhatian yang dilakukan secara sadar. Proses ini berjalan bertahap sesuai dengan keteraturan latihan yang dilakukan.

Proses ini berlanjut salam kehidupan sehari-hari. Sama seperti seorang anak yang baru belajar berjalan, keinginan mencoba itu datang dari dirinya sendiri. Pengalaman yang diperolehnya merangsang ia untuk terus mencoba terus dan tanpa disadari tiba-tiba ia mampu berjalan dengan baik. Pada saat anak itu mencoba belajar berjalan, pada dirinya tidak ada pemahaman terhadap teori bagaimana seharusnya berjalan itu, tetapi ada suatu dorongan dalam dirinya untuk mencoba sesuatu yang bisa dilakukan oleh orang lain yang lebih dewasa dari darinya.

Hidup adalah perjuangan tanpa terikat dengan hasilnya. Apapun yang telah terjadi dalam hidup ini hendakanya dapat diterima dan disyukuri, karena semua itu pasti ada manfaatnya dalam perjalanan hidup selanjutnya di dunia ini. Perasaan seperti ini akan menimbulkan keinginan untuk menikmati hidup ini dari segi baiknya, dan akhirnya terasa bahwa hidup ini menyenangkan, menyenangkan untuk mencoba dan menyenangkan untuk dinikmati.

Pada dasarnya, ada dua cara untuk melakukan meditasi :

Pertama : yang disebut meditasi konsentrasi yakni memusatkan satu keadaan (terutama melihat dan mendengar) pada suatu obyek tertentu.

Kedua : yang disebut dengan meditasi merasakan (mindfulness) yaitu mencoba menyadari keadaan secara menyeluruh dengan merasakan proses keadaan itu.

Kedua tehnik itu berbeda dalam mencapai perubahan kesadaran (altered state of consciousness), namun keduanya mempunyai tujuan sama, yakni membawa seseorang menghayati fisik dan mental pada ringkat kesadaran yang berbeda dari biasanya.

Pada meditasi konsentrasi, pikiran, perasaan dan kemauan cenderung dipusatkan menuju ke subordinasi menetap tertentu. Perhatian dipusatkan dengan membatasi perhatian hanya pada satu rangsangan yang datang berulang, seperti kata, suara, doa, ungkapan, pernafasan, atau obyek visual. Pada saat yang sama sikap pasif dipertahankan. Aktivitas mental lainnya dirasakan sebagai gangguan dari obyek konsentrasi. Jika pada saat itu pikiran menyimpang, meditator secara pasif mengabaikan gangguan dan kemudian tiba-tiba ia menyadari gangguan itu, maka pemusatan perhatian diulang kembali pada rangsangan meditative. Jika mampu mengembangakn meditasi, maka peningkatan perasaan terjadi, yaitu dari relaksasi meningkat kedalam perubahan emosional dan kognitif yang jelas. Keadaan ini disebut sebagai kesadaran berubah (altered states of consciousness).

Ada berbagai cara dalam mengalihkan perhatian menjadi satu perhatian. Cara yang dilakukan tergantung dari aliran meditasi yang dianut. Ada yang memusatkan pada nyala lilin, potret gurunya, pada pengaturan nafas, menghitung, mengucapkan mantra atau ada yang memusatkan pada gerakan-gerakan tubuh. Pemusatan pada satu obyek sangat berguna untuk melatih seseorang memikirkan sesuatu dengan penuh perhatian, untuk menyelami lebih dalam sutu masalah dan untuk menyeimbangkan kondisi tubuh. Dengan memusatkan pada satu obyek, tubuh akan mengatur dirinya sendiri.

Tubuh yang aktif berfungsi oleh keadaan yang seharusnya ia berfuingsi maksimal, dan tubuh akan terlatih untuk memaksimalkan hasil yang diperoleh dengan pengeluaran tenaga yang seminimal mungkin. Tubuh membiarkan proses regulasi secara otomatis.

Sedangkan pada meditasi merasakan proses (mindfulness), orang itu merasakan jalannya kerja pikiran, perasaan dan kemauan merasakan proses energi dalam tubuh, atau merasakan proses penyatuan energi dari luar tubuh dan dari dalam tubuhnya. Cara meditasi ini bertujuan melatih kemampuan orang dalam memusatkan perhatian pada proses yang sedang berlangsung, karena dalam kenyataannya kehidupan ini terus berjalan. Hidup ini tidak statis, tetapi dinamis, ia bergerak dan berubah setiap saat. Oleh karena itu, dalam memahami kehidupan diperlkukan latihan untuk memusatkan perhatian pada beberapa obyek tanpa mengubah kemampuan pemusatan ini. Di luar dirinya, semua obyek bergerak dan di dalam dirinya semua energi juga bergerak. Meditasi dengan menggunakan kedua cara diatas, adalah untuk melatih memusatkan perhatian dengan merasakan energi yang ada dan gerakan energi yang ada di luar dirinya tanpa menggangu gerakan energi-energi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar